PILIHAN
Nihil Hotspot di Meranti, Edy Afrizal: Kita Lakukan Respon Cepat
Selatpanjang, Riauin.com - Upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti terus ditingkatkan dalam menangani Kharhutla di wilayah ini.
Salah satu upaya itu dilakukan dengan saling berkoordinasi dengan semua pihak baik itu TNI dan Polri serta perusahaan, juga Kecamatan dan Pemerintah Desa di Kepulauan Meranti.
“Iya, api sudah padam, lalu tinggal proses mendinginkan yakni kebakaran di Desa Mengkiriau malam tadi. Sudah dipadamkan masyarakat Desa dan pihak Kecamatan juga dibantu Tim RAPP dalam menangani Kharhutla di Wilayah tersebut,"ujar Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti M Edy Afrizal kepada wartawan, Kamis (19/9/2019) saat dijumpai di ruang kerjanya.
Selain itu, kata Edy, asap di Kepulauan Meranti saat ini asap kiriman, terbukti dari nilil hotspot pagi ini. “Kapolsek sudah koordinasi kepada pihak kita lewat Babinkantibmas, juga pihak kecamatan dan desa saling berkerja sama. Demikian pula TNI, bersama sama memadamkan kharhutla di wilayah kita.â€
“Iya kita berterimakasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian,†ucapnya.
Namun Edy juga mengatakan peralatan di BPBD masih kurang. Saat ini, kata dia, konpiden 30 masih kurang, mesin maupun selang jua. Memang ada bantuan selang bekas dari BPBD Provinsi Riau, dan itu sudah digunakan.
“Untuk penanganan Kharhutla kita lakukan secara respon cepat, lalu membuat jaringan di kecamatan maupun desa lewat Babinkantibmas,†ujarnya.
Selanjutnya kata Edy, pihaknya terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla melalui spanduk dan pamlet.
“Kita terus menghimbau masyarakat untuk menjaga kampung masing masing dan mengurangi pembukaan lahan dengan cara membakar. Kurangi memerun, karena kondisi udara kurang bagus," kata Edy Afrzal mengakiri wawancara.(int/nol)
Salah satu upaya itu dilakukan dengan saling berkoordinasi dengan semua pihak baik itu TNI dan Polri serta perusahaan, juga Kecamatan dan Pemerintah Desa di Kepulauan Meranti.
“Iya, api sudah padam, lalu tinggal proses mendinginkan yakni kebakaran di Desa Mengkiriau malam tadi. Sudah dipadamkan masyarakat Desa dan pihak Kecamatan juga dibantu Tim RAPP dalam menangani Kharhutla di Wilayah tersebut,"ujar Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti M Edy Afrizal kepada wartawan, Kamis (19/9/2019) saat dijumpai di ruang kerjanya.
Selain itu, kata Edy, asap di Kepulauan Meranti saat ini asap kiriman, terbukti dari nilil hotspot pagi ini. “Kapolsek sudah koordinasi kepada pihak kita lewat Babinkantibmas, juga pihak kecamatan dan desa saling berkerja sama. Demikian pula TNI, bersama sama memadamkan kharhutla di wilayah kita.â€
“Iya kita berterimakasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian,†ucapnya.
Namun Edy juga mengatakan peralatan di BPBD masih kurang. Saat ini, kata dia, konpiden 30 masih kurang, mesin maupun selang jua. Memang ada bantuan selang bekas dari BPBD Provinsi Riau, dan itu sudah digunakan.
“Untuk penanganan Kharhutla kita lakukan secara respon cepat, lalu membuat jaringan di kecamatan maupun desa lewat Babinkantibmas,†ujarnya.
Selanjutnya kata Edy, pihaknya terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla melalui spanduk dan pamlet.
“Kita terus menghimbau masyarakat untuk menjaga kampung masing masing dan mengurangi pembukaan lahan dengan cara membakar. Kurangi memerun, karena kondisi udara kurang bagus," kata Edy Afrzal mengakiri wawancara.(int/nol)
Berita Lainnya
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang