PILIHAN
Jalan Gang Nelayan yang Baru Selesai Hancur , Zahari : Itu Tidak Mungkin dan Tidak Masuk Akal
Meranti , Riauin.com - Sangat disayangkan sekali atas Pengerjaan semenlisasi jalan nelayan dusun Dua RW 5 Desa Bandul Kecamatan Tasik Putri Puyu dikerjakan dengan asal asalan saja
Semelisasi yang baru selesai dikerjakan pada bulan Agustus 2019 lalu kini Sudah terlihat hancur,Jangankan ketebalan, Jalan belum sampai seminggu siapnya tapi dah banyak yang hancur
Untuk diketahui jalan tersebut dibangun di Dusun dua RW 5 Desa Bandul kecamatan Tasik Putri puyu dengan lebar jalan satu meter setengah dan panjangnya Tiga ratus meter dengan menggunakan Dana Desa, terang Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya
Lanjut sumber Lagi, menurut Saya pengerjaannya semelisasi jalan nelayan tersebut jauh dari kata standar, Karna apabila musim hujan sebulan akan timbul semua batu lagipun pada Saat memasakan materialnya satu molen dengan Setengah sak semen
Untuk diketahui Kami sebagai warga Sudah muak Untuk berkomentar, karna tidak ditanggapi Sama sekali,kalaupun mengadu hanya sebatas instansi terkait saja.tambah sumber lagi
Untuk itu Kami sebagai warga biasa sangat berharap setiap pembangunan pengerjaannya hendaknya dikerjakan dengan lebih serius karna ini besifat jangka panjang bukan asal siap ataupun ingin mencari keuntungan saja, dan Pembangunan infrastuktur yang diusulkan melalui musrembangdes yang bersifat kepentingan masyarakat ramai bukan golongan atau kelompok tambah sumber
Sementara itu Zahari selaku kepala Desa Bandul Ketika dikonfermasi media ini membenarkan semelisasi jalan nelayan itu dibangun dengan menggunakan Anggaran Dana Desa tahun 2019 ini, dengan besar anggaran seratus Lebih jutanya, Ketika ditanya berapa angka lebihnya, Zahari berkelah Lupa, Waduh, Saya Sudah Lupa pak lebihnya tu berapa
Lanjut Zahari Lagi, Pengerjaan semelisasi jalan gang nelayan di Dusun Dua tersebut bulan Juni, bukan Agustus pak, Kalau Masalah jalan Baru siap tersebut itu hancur tidak mungkin dan tidak masuk akal
Masalah pengerjaan satu molen Setengah sak semen itu karna satu molen itu tidak penuh, jadi Saya menilai Kalau ada warga bandul yang melapor yang tidak tidak mungkin hanya persepsi mereka saja.tutup Kades.(Syah)
Semelisasi yang baru selesai dikerjakan pada bulan Agustus 2019 lalu kini Sudah terlihat hancur,Jangankan ketebalan, Jalan belum sampai seminggu siapnya tapi dah banyak yang hancur
Untuk diketahui jalan tersebut dibangun di Dusun dua RW 5 Desa Bandul kecamatan Tasik Putri puyu dengan lebar jalan satu meter setengah dan panjangnya Tiga ratus meter dengan menggunakan Dana Desa, terang Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya
Lanjut sumber Lagi, menurut Saya pengerjaannya semelisasi jalan nelayan tersebut jauh dari kata standar, Karna apabila musim hujan sebulan akan timbul semua batu lagipun pada Saat memasakan materialnya satu molen dengan Setengah sak semen
Untuk diketahui Kami sebagai warga Sudah muak Untuk berkomentar, karna tidak ditanggapi Sama sekali,kalaupun mengadu hanya sebatas instansi terkait saja.tambah sumber lagi
Untuk itu Kami sebagai warga biasa sangat berharap setiap pembangunan pengerjaannya hendaknya dikerjakan dengan lebih serius karna ini besifat jangka panjang bukan asal siap ataupun ingin mencari keuntungan saja, dan Pembangunan infrastuktur yang diusulkan melalui musrembangdes yang bersifat kepentingan masyarakat ramai bukan golongan atau kelompok tambah sumber
Sementara itu Zahari selaku kepala Desa Bandul Ketika dikonfermasi media ini membenarkan semelisasi jalan nelayan itu dibangun dengan menggunakan Anggaran Dana Desa tahun 2019 ini, dengan besar anggaran seratus Lebih jutanya, Ketika ditanya berapa angka lebihnya, Zahari berkelah Lupa, Waduh, Saya Sudah Lupa pak lebihnya tu berapa
Lanjut Zahari Lagi, Pengerjaan semelisasi jalan gang nelayan di Dusun Dua tersebut bulan Juni, bukan Agustus pak, Kalau Masalah jalan Baru siap tersebut itu hancur tidak mungkin dan tidak masuk akal
Masalah pengerjaan satu molen Setengah sak semen itu karna satu molen itu tidak penuh, jadi Saya menilai Kalau ada warga bandul yang melapor yang tidak tidak mungkin hanya persepsi mereka saja.tutup Kades.(Syah)
Berita Lainnya
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang