PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Kabut Asap di Riau Makin Parah
PEKANBARU, Riauin.com - Kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di beberapa wilayah di provinsi Riau mengakibatkan kabut asap. Setidaknya, 3 wilayah di Riau diselimuti kabut asap. Ketiga daerah itu adalah Pekanbaru, Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu).
Di Pekanbaru, kabut asap terlihat semakin pekat. Matahari tak begitu cerah seperti biasanya karena tertutup asap. Bau asap akibat kebakaran lahan juga sangat terasa. Tak hanya di luar ruangan, ketika membuka pintu atau jendela, bau asap langsung menusuk.
Kabut asap yang tak kunjung hilang ini dikeluhkan oleh masyarakat Pekanbaru. Rina (29) warga Panam mengaku sangat khawatir jika asap tak kunjung hilang, kesehatan anaknya akan terganggu.
"Anak saya masih umur 2 tahun. Saya khawatir jika asap semakin pekat anak saya sakit. Ini saja anak tak boleh main ke luar rumah. Di kamar saja, AC tetep hidup biar mengurangi bau asap," ucapnya.
Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki, mengakui jika hari ini asap memang masih menyelimuti Kota Pekanbaru.
"Namun tak hanya Pekanbaru, Pelalawan dan juga Inhu masih diselimuti kabut asap," ujar Marzuki.
Ia mengatakan, akibat diselimuti kabut asap, jarak pandang di 3 wilayah tersebut juga semakin berkurang.
"Untuk Pekanbaru dan Pelalawan jarak pandangnya habya 2 Kilometer sementara Inhu jarak pandangnya lebih jauh sedikit, 3 kikometer," cakapnya.
Sebagaimana diberitakan pagi ini terpantau 115 titik panas di Riau. Dari jumlah tersebut, 68 titik dipastikan adapah kebakaran hutan dan lahan karena memiliki level confidence di atas 70 persen.(int/nol)
Di Pekanbaru, kabut asap terlihat semakin pekat. Matahari tak begitu cerah seperti biasanya karena tertutup asap. Bau asap akibat kebakaran lahan juga sangat terasa. Tak hanya di luar ruangan, ketika membuka pintu atau jendela, bau asap langsung menusuk.
Kabut asap yang tak kunjung hilang ini dikeluhkan oleh masyarakat Pekanbaru. Rina (29) warga Panam mengaku sangat khawatir jika asap tak kunjung hilang, kesehatan anaknya akan terganggu.
"Anak saya masih umur 2 tahun. Saya khawatir jika asap semakin pekat anak saya sakit. Ini saja anak tak boleh main ke luar rumah. Di kamar saja, AC tetep hidup biar mengurangi bau asap," ucapnya.
Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki, mengakui jika hari ini asap memang masih menyelimuti Kota Pekanbaru.
"Namun tak hanya Pekanbaru, Pelalawan dan juga Inhu masih diselimuti kabut asap," ujar Marzuki.
Ia mengatakan, akibat diselimuti kabut asap, jarak pandang di 3 wilayah tersebut juga semakin berkurang.
"Untuk Pekanbaru dan Pelalawan jarak pandangnya habya 2 Kilometer sementara Inhu jarak pandangnya lebih jauh sedikit, 3 kikometer," cakapnya.
Sebagaimana diberitakan pagi ini terpantau 115 titik panas di Riau. Dari jumlah tersebut, 68 titik dipastikan adapah kebakaran hutan dan lahan karena memiliki level confidence di atas 70 persen.(int/nol)
Berita Lainnya
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut