PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Empat Gajah Liar Serang Permukiman di Inhu, Warga sempat Mengungsi
INHU, Riauin.com – Empat ekor gajah liar masuk ke perkebunan warga hingga wilayah permukiman penduduk. Akibatnya warga memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang aman dari serangan gajah.
Wilayah tersebut berada di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Diperkirakan rombongan gajah itu sudah masuk ke pemukiman warga semenjak pekan lalu.
Diberitakan Indonesiainside.id, upaya masyarakat untuk menghalau hewan itu sebelum ada pertolongan dari pihak BKSDA adalah dengan membunyikan mercon.
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah menurunkan tim ke lokasi tersebut dengan membawa misi penggiringan gajah liar bisa keluar dari pemukiman masyarakat.
Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis menyampaikan tim BKSDA dari Pekanbaru akan melakukan penggiringan dengan menggunakan dua ekor gajah jinak yang didatangkan dari Pusat Pelatihan Gajah di Minas.
“Tim BKSDA dari Pekanbaru sudah tiba di Peranap tadi, sementara dua ekor gajah jinak sedang dalam perjalanan,†kata Permohonan Lubis, Selasa (11/6/2019).
Kemungkinan dua ekor gajah beserta mahotnya itu akan tiba di Kecamatan Peranap paling lambat Rabu (12/6/2019) hari ini.
Sebelum dilakukan penggiringan, Lubis mengatakan Tim BKSDA terlebih dahulu melaksanakan rapat di Kantor Camat Peranap guna membahas rencana penggiringan untuk empat gajah liar.
Hal ini agar menjelang penggiringan, tidak ada kendala yang bakal dihadapi oleh tim. Permohonan menyampaikan gajah-gajah tersebut akan digiring ke habitat aslinya di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).
Berdasarkan informasi, tanaman warga dilaporkan rusak karena diserang gajah. Hingga kini belum ada laporan korban manusia akibat penyerangan hewan liar tersebut.(int/nol)
Wilayah tersebut berada di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Diperkirakan rombongan gajah itu sudah masuk ke pemukiman warga semenjak pekan lalu.
Diberitakan Indonesiainside.id, upaya masyarakat untuk menghalau hewan itu sebelum ada pertolongan dari pihak BKSDA adalah dengan membunyikan mercon.
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah menurunkan tim ke lokasi tersebut dengan membawa misi penggiringan gajah liar bisa keluar dari pemukiman masyarakat.
Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis menyampaikan tim BKSDA dari Pekanbaru akan melakukan penggiringan dengan menggunakan dua ekor gajah jinak yang didatangkan dari Pusat Pelatihan Gajah di Minas.
“Tim BKSDA dari Pekanbaru sudah tiba di Peranap tadi, sementara dua ekor gajah jinak sedang dalam perjalanan,†kata Permohonan Lubis, Selasa (11/6/2019).
Kemungkinan dua ekor gajah beserta mahotnya itu akan tiba di Kecamatan Peranap paling lambat Rabu (12/6/2019) hari ini.
Sebelum dilakukan penggiringan, Lubis mengatakan Tim BKSDA terlebih dahulu melaksanakan rapat di Kantor Camat Peranap guna membahas rencana penggiringan untuk empat gajah liar.
Hal ini agar menjelang penggiringan, tidak ada kendala yang bakal dihadapi oleh tim. Permohonan menyampaikan gajah-gajah tersebut akan digiring ke habitat aslinya di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).
Berdasarkan informasi, tanaman warga dilaporkan rusak karena diserang gajah. Hingga kini belum ada laporan korban manusia akibat penyerangan hewan liar tersebut.(int/nol)
Berita Lainnya
Avian Brands Percantik Tugu Patin di Indragiri Hulu Lewat Program CSR
Skandal Proyek Air Bersih Inhu, Kontraktor Beberkan Keterlibatan Elit Politik
Sekda Inhu Pimpin Rapat Perubahan Penjabaran APBD 2025
Pemkab Inhu Terima Tanah 25 Hektare Hasil Penyelamatan Perkara Korupsi dari Kejari
Polres Inhu Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026
PT TPP Raih Penghargaan Perusahaan Peduli Imunisasi Terbaik
Avian Brands Percantik Tugu Patin di Indragiri Hulu Lewat Program CSR
Skandal Proyek Air Bersih Inhu, Kontraktor Beberkan Keterlibatan Elit Politik
Sekda Inhu Pimpin Rapat Perubahan Penjabaran APBD 2025
Pemkab Inhu Terima Tanah 25 Hektare Hasil Penyelamatan Perkara Korupsi dari Kejari
Polres Inhu Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026
PT TPP Raih Penghargaan Perusahaan Peduli Imunisasi Terbaik