PILIHAN
Warga Keluhkan Pangkalan Gas 3 Kg di Payung Sekaki Tak Utamakan Warga
PEKANBARU, Riauin.com - Sebuah pangkalan gas bersubsudi 3 kg di Jalan Perwira Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, banyak dikeluhkan sejumlah warga sekitar. Diduga pengkalan ini menjual gas subsidi itu lebih kepada pengecer dan pemilik usaha kecil menengah (UKM).
Salah seorang warga, Roy (35) mengatakan kepada wartawan, bahwa pangkalan ini menjual gas elpiji kepada rumah makan dan pengecer. Sehingga setiap kali hendak beli, selalu habis.
"Beberapa warga ada yang dapat (gas) tapi lebih banyak yang tidak dapat. Dia (pangkalan) diam-diam menjual gas kepada orang kedai dan rumah makan dengan harga yang lebih," keluhnya, Selasa (7/5/2019) siang.
Sejauh ini, menurut Roy, banyak warga merasa telah dibohongi oleh pemilik pangkalan tersebut. Dia menyebut segel pada ujung gas yang baru sengaja dicopot pemilik pangkalan, agar setiap warga datang yang melihat mengira gas sudah habis terjual.
"Kami liat, paginya gas datang segel itu masih kelihatan menempel. Pas warga membeli, segelnya sudah hilang seperti gas terpakai (kosong). Alasannya habis terus," sebutnya.
Roy berharap pihak pangkalan tersebut hendaknya lebih mementingkan rakyak kecil. Sesuai aturan dari pemerintah, gas bersubsidi 3 kilogram diperuntukkan bagi warga yang membutuhkannya. Setelah itu, kata Roy terserah pihak pangkalan mau dijual sisanya kemana.
"Warga yang membeli gas harus membawa Kartu Keluarga (KK). Sudah sesuai lah dengan aturannya, utamakan warga sekitar dulu. Kalau berlebih (gas) barulah terserah orang pangkalan mau dijual lagi ke tempat lain," pungkasnya.
Sejauh ini, pihak pangkalan gas bersubsidi di Jalan Perwira belum memberikan keterangan terkait keluhan warga setempat. Saat ditemui, rumahnya dalam keadaan terkunci.(int/nol)
Salah seorang warga, Roy (35) mengatakan kepada wartawan, bahwa pangkalan ini menjual gas elpiji kepada rumah makan dan pengecer. Sehingga setiap kali hendak beli, selalu habis.
"Beberapa warga ada yang dapat (gas) tapi lebih banyak yang tidak dapat. Dia (pangkalan) diam-diam menjual gas kepada orang kedai dan rumah makan dengan harga yang lebih," keluhnya, Selasa (7/5/2019) siang.
Sejauh ini, menurut Roy, banyak warga merasa telah dibohongi oleh pemilik pangkalan tersebut. Dia menyebut segel pada ujung gas yang baru sengaja dicopot pemilik pangkalan, agar setiap warga datang yang melihat mengira gas sudah habis terjual.
"Kami liat, paginya gas datang segel itu masih kelihatan menempel. Pas warga membeli, segelnya sudah hilang seperti gas terpakai (kosong). Alasannya habis terus," sebutnya.
Roy berharap pihak pangkalan tersebut hendaknya lebih mementingkan rakyak kecil. Sesuai aturan dari pemerintah, gas bersubsidi 3 kilogram diperuntukkan bagi warga yang membutuhkannya. Setelah itu, kata Roy terserah pihak pangkalan mau dijual sisanya kemana.
"Warga yang membeli gas harus membawa Kartu Keluarga (KK). Sudah sesuai lah dengan aturannya, utamakan warga sekitar dulu. Kalau berlebih (gas) barulah terserah orang pangkalan mau dijual lagi ke tempat lain," pungkasnya.
Sejauh ini, pihak pangkalan gas bersubsidi di Jalan Perwira belum memberikan keterangan terkait keluhan warga setempat. Saat ditemui, rumahnya dalam keadaan terkunci.(int/nol)
Berita Lainnya
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah