PILIHAN
Banyak Warga Tak Bisa Nyoblos di TPS, KPU Pekanbaru Janjikan Pemilihan Lanjutan
PEKANBARU, Riauin.com - Setelah menunggu cukup lama warga yang datang ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru akhirnya mendapatkan penjelasan.
Ketua KPU Kota Pekanbaru, Anton Merciyanto mengatakan, terkait warga yang tak bisa mencoblos karena kekurangan surat suara di TPS, pihaknya akan mengadakan pemilihan lanjutan, jika ada rekomendasi.
"Kita menunggu rekomendasi, rekomendasi itu dari Bawaslu. Jika Bawaslu merekomendasikan untuk diadakan pemungutan suara ulang ya kita lakukan, jika aturannya memungkinkan untuk dilaksanakan," kata Anton.
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengumpulkan data terlebih dahulu untuk mengambil keputusan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan KPU Riau, KPU Riau akan koordinasi ke KPU RI. Kondisi ini tak hanya terjadi di Pekanbaru tapi tadi kita cek juga hal yang sama ada di Kampar, Pelalawan, dan juga provinsi lain," cakapnya.
Ia menjelaskan, hal yang terjadi hari ini sudah diprediksi karena pihaknya mengatakan potensi Daftar Pemilih Khusus tinggi, sementara dasar untuk menetapkan surat suara adalah DPT plus 2,5 persen DPT.
"Kalau ada potensi DPK pasti dong akan kekurangan, apalagi terakhir walikota menyerahkan 35 ribu KTP. Jadi kami mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusifitas, seperti tadi ada hoax, bahwa di KPU kota bisa memilih, maka warga banyak kesini," imbuhnya.(int/nol)
Ketua KPU Kota Pekanbaru, Anton Merciyanto mengatakan, terkait warga yang tak bisa mencoblos karena kekurangan surat suara di TPS, pihaknya akan mengadakan pemilihan lanjutan, jika ada rekomendasi.
"Kita menunggu rekomendasi, rekomendasi itu dari Bawaslu. Jika Bawaslu merekomendasikan untuk diadakan pemungutan suara ulang ya kita lakukan, jika aturannya memungkinkan untuk dilaksanakan," kata Anton.
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengumpulkan data terlebih dahulu untuk mengambil keputusan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan KPU Riau, KPU Riau akan koordinasi ke KPU RI. Kondisi ini tak hanya terjadi di Pekanbaru tapi tadi kita cek juga hal yang sama ada di Kampar, Pelalawan, dan juga provinsi lain," cakapnya.
Ia menjelaskan, hal yang terjadi hari ini sudah diprediksi karena pihaknya mengatakan potensi Daftar Pemilih Khusus tinggi, sementara dasar untuk menetapkan surat suara adalah DPT plus 2,5 persen DPT.
"Kalau ada potensi DPK pasti dong akan kekurangan, apalagi terakhir walikota menyerahkan 35 ribu KTP. Jadi kami mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusifitas, seperti tadi ada hoax, bahwa di KPU kota bisa memilih, maka warga banyak kesini," imbuhnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah