PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
UAS dan tvOne Tangkis Serangan Akun Said Didu Bajakan
Jakarta, Riauin.com - Dalam kisaran waktu kurang dari 24 jam terakhir, media sosial dihebohkan dengan serangan-serangan yang dibuat oleh pembajak akun Twitter milik mantan Sesmen kementerian ESDM, Said Didu. Ustaz Abdul Somad dan tvOne yang menjadi sasaran tembak si pembajak akun pun sampai harus memberikan klarifikasi.
Cerita bermula pada Sabtu (13/4/2019) hampir tengah malam. Akun Said Didu mencuit beberapa hal yang menyerang ustaz Somad secara personal. Tak hanya Somad, tvOne juga kena tuduh terlibat dalam proses pemberian dukungan Somad kepada pasangan calon tertentu dalam Pilpres. Serangan terhadap Somad dan tvOne itu 'bermodalkan' sebuah foto pertemuan antara internal tvOne dengan Somad.
Dimintai konfirmasi pada Minggu (14/4) dinihari, Said Didu memastikan bahwa kicauan-kicauan yang menyudutkan Somad itu berasal dari ulah si pembajak akun Twitter miliknya.
Said mengatakan pertama kali tahu akunnya diretas setelah diberi tahu orang lain. Saat itu, Said Didu mengaku baru saja keluar dari arena debat Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta.
"Pas saya keluar (arena debat), saya mau buka Twitter saya tuh sudah nggak bisa kebuka. Setelah itu ada orang beritahu saya ada mention aneh-aneh, yang tentang UAS itu kan. Tapi saya sudah nggak bisa cek," kata Said Didu.
Said Didu mengaku heran mengapa akun Twitternya diretas. Ia menyebut ada yang tidak beres dengan negara ini.
Sepanjang malam, Said dibantu teman-temannya berupaya untuk kembali mendapatkan akses terhadap akun miliknya. Namun upaya itu gagal.
Pada Minggu pagi, Somad angkat bicara mengenai tuduhan-tuduhan liar yang dibuat si pembajak akun Said Didu kepada dirinya. Memastikan bahwa tuduhan itu hoax, Somad juga berbicara mengenai orang-orang yang marah lalu menebar fitnah hanya karena perbedaan pilihan politik.
"Menjadi marah, hanya karena berbeda pilihan. Lalu marah berubah menjadi fitnah. Menunjukkan akal tak lagi mengikat nafsu. Semoga kita tetap jaga NKRI dengan kelapangan hati. #SaveUAS," demikian kutipan di dalam foto pertama itu.(int/nol)
Cerita bermula pada Sabtu (13/4/2019) hampir tengah malam. Akun Said Didu mencuit beberapa hal yang menyerang ustaz Somad secara personal. Tak hanya Somad, tvOne juga kena tuduh terlibat dalam proses pemberian dukungan Somad kepada pasangan calon tertentu dalam Pilpres. Serangan terhadap Somad dan tvOne itu 'bermodalkan' sebuah foto pertemuan antara internal tvOne dengan Somad.
Dimintai konfirmasi pada Minggu (14/4) dinihari, Said Didu memastikan bahwa kicauan-kicauan yang menyudutkan Somad itu berasal dari ulah si pembajak akun Twitter miliknya.
Said mengatakan pertama kali tahu akunnya diretas setelah diberi tahu orang lain. Saat itu, Said Didu mengaku baru saja keluar dari arena debat Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta.
"Pas saya keluar (arena debat), saya mau buka Twitter saya tuh sudah nggak bisa kebuka. Setelah itu ada orang beritahu saya ada mention aneh-aneh, yang tentang UAS itu kan. Tapi saya sudah nggak bisa cek," kata Said Didu.
Said Didu mengaku heran mengapa akun Twitternya diretas. Ia menyebut ada yang tidak beres dengan negara ini.
Sepanjang malam, Said dibantu teman-temannya berupaya untuk kembali mendapatkan akses terhadap akun miliknya. Namun upaya itu gagal.
Pada Minggu pagi, Somad angkat bicara mengenai tuduhan-tuduhan liar yang dibuat si pembajak akun Said Didu kepada dirinya. Memastikan bahwa tuduhan itu hoax, Somad juga berbicara mengenai orang-orang yang marah lalu menebar fitnah hanya karena perbedaan pilihan politik.
"Menjadi marah, hanya karena berbeda pilihan. Lalu marah berubah menjadi fitnah. Menunjukkan akal tak lagi mengikat nafsu. Semoga kita tetap jaga NKRI dengan kelapangan hati. #SaveUAS," demikian kutipan di dalam foto pertama itu.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK