RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 71 titik panas (hotspot) tersebar di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Riau, Jumat (18/9/2026) pagi. Di tengah ancaman titik panas tersebut, BMKG sekaligus mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang berisiko memicu cuaca ekstrem.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P, mengungkapkan bahwa Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah yang menyumbang angka titik panas tertinggi di Riau.
"Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di Riau, yakni 41 titik," ujar Yasir.
Ia menambahkan, sebaran titik panas lainnya terdeteksi di Kampar sebanyak delapan titik, Indragiri Hilir tujuh titik, Siak lima titik, serta Kota Dumai empat titik. Sementara itu, Pelalawan mencatat tiga titik, Rokan Hilir dua titik, dan Rokan Hulu satu titik. Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, BMKG memantau 3.227 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 2.283 titik.
Meski kemunculan titik panas cukup marak, BMKG memprakirakan peluang hujan ringan hingga sedang masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Riau sejak pagi hingga dini hari. Potensi hujan ini berpeluang meluas ke wilayah Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir, hingga Pekanbaru.
"BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah pada pagi, sore, serta malam hingga dini hari," tegas Yasir.
Masyarakat di daerah rawan seperti Bengkalis, Siak, Pelalawan, hingga Pekanbaru diimbau waspada terhadap perubahan cuaca mendadak tersebut. Selain potensi hujan, kondisi udara Riau diprakirakan mengalami udara kabur hingga berawan dengan suhu berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dan kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam. (Bil)