Kanal

Ancaman Krisis Kelapa Bayangi Riau di Tengah Melimpahnya Produksi Sawit

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menyoroti ancaman krisis produksi kelapa akibat kerusakan lahan perkebunan rakyat, meski daerah tersebut masih memegang status sebagai produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan tantangan serius sektor perkebunan tersebut di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri kegiatan PKKMB Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Rabu (16/9/2026).

"Kalau kita melihat Riau dari kekuatan dasarnya, salah satu yang terbesar adalah perkebunan. Namun pemerintah tidak boleh hanya menyetujui angka. Pada komoditas kelapa, misalnya sekitar 80 ribu hektare atau 18,3 persen tanaman kita sudah berada dalam kondisi tua dan rusak," ujar SF Hariyanto.

Penurunan produksi kelapa di Riau terbilang signifikan dalam satu dekade terakhir. Pada 2010, produksi kelapa Riau sempat menyentuh angka 2,9 miliar butir, namun merosot menjadi 2,1 miliar butir pada 2020. Penurunan nyaris 28 persen ini setara dengan kehilangan sekitar 814 juta butir kelapa.

SF Hariyanto juga menekankan pentingnya penguatan industri pengolahan lokal untuk memulihkan komoditas unggulan tersebut.

"Di sisi lain, akses pasar dan hilirisasi produk kelapa kita juga masih perlu diperkuat," tegasnya.

Di tengah ancaman produktivitas kelapa, Riau saat ini masih ditopang oleh luas perkebunan kelapa sawit yang mencapai 3,88 juta hektare. Sektor ini menyumbang 21 persen dari total luas areal sawit nasional dan 20 persen dari total produksi CPO nasional, yaitu sebesar 9,4 juta ton CPO per tahun. Unsur perkebunan rakyat memegang porsi dominan hingga 61 persen dari total luas sawit di Riau.

"Artinya, sawit bukan hanya komoditas utama, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat," tuturnya.

Selain persoalan perkebunan, pasokan pangan pokok di Riau juga masih memerlukan perhatian ekstra. Produksi beras daerah pada 2025 tercatat sebesar 133 ribu ton, yang baru mampu mencukupi 23 persen dari total kebutuhan konsumsi beras masyarakat Riau.

Meski begitu, tren pemulihan mulai terlihat pada tahun ini lewat perluasan pemanfaatan lahan pertanian padi.

"Alhamdulillah, produksi pangan terus kita tingkatkan. Pada Januari sampai Agustus 2026, luas panen padi telah mencapai sekitar 45 ribu hektare, dengan produksi lebih dari 175 ribu ton gabah kering giling, tumbuh sekitar 6,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," sebut SF Hariyanto.

Guna menjaga ketahanan pangan dan perkebunan daerah, Pemprov Riau kini berfokus pada langkah optimalisasi lahan pertanian, peremajaan tanaman kelapa tua, pembenahan tata air perkebunan, penyediaan benih unggul, hingga penguatan industri pengolahan produk hilir. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler