Kanal

Percepat Mobilitas Warga, 23 Kilometer Jalan di Pekanbaru Mulai Mulus

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru terus mengejar penyelesaian perbaikan infrastruktur darat di wilayah Provinsi Riau hingga memasuki paruh kedua tahun 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat mencatat panjang lintasan yang telah berhasil diselesaikan telah menyentuh angka lebih dari 23 kilometer.

Pengerjaan fisik difokuskan pada belasan titik vital guna memangkas durasi perjalanan dan meningkatkan efisiensi jalur logistik masyarakat antarwilayah di Riau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru Edward Riansyah memaparkan bahwa seluruh tim teknis di lapangan terus memacu pengerjaan pelapisan ulang maupun pembukaan jalur baru di 19 koridor yang tersebar.

"Pengaspalan yang telah berjalan saat ini mencapai sekitar 23 kilometer dan tersebar di 19 ruas jalan. Pekerjaannya masih dalam proses dan akan terus kami maksimalkan," kata Edward Riansyah saat memberikan keterangan resmi di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Jumat (24/7/2026).

Pemerintah daerah mengarahkan fokus prioritas pada akses yang menghubungkan pusat pemukiman dengan koridor ekonomi daerah. Langkah penanganan tidak hanya dilakukan melalui penambalan, melainkan perataan dan peningkatan struktur elevasi tanah pada akses pemukiman warga.

Beberapa titik pengaspalannya dialokasikan untuk lintasan utama maupun alternatif pendukung aktivitas harian. Di antaranya koridor Jalan Telok Leok sepanjang 2,670 kilometer, Jalan Pesisir sepanjang 2,300 kilometer, Jalan Tanjung Batu sepanjang 1,750 kilometer, hingga kawasan pemukiman padat di Jalan Beringin sepanjang 1,513 kilometer serta Jalan Nurul Amal sepanjang 1,383 kilometer.

Sejumlah jalur penghubung antarkecamatan seperti Jalan Rambutan, Jalan Kamboja, Jalan Sekolah, hingga area Jalan Cempaka dan Teratai turut dituntaskan dalam kurun waktu yang sama.

Langkah percepatan pembangunan infrastruktur ini ditargetkan mampu menopang konektivitas perekonomian daerah Riau secara menyeluruh, sekaligus mengurangi risiko kerugian material kendaraan pengangkut akibat melintasi jalur berlubang.

Sementara itu, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menekankan pentingnya pengawasan mutu pada tiap proyek infrastruktur yang dieksekusi tahun ini, termasuk kawasan rawan genangan dan banjir di mana peninggian konstruksi jalan mutlak diperlukan sebelum pengaspal dimaksimalkan.

"Saya sudah turun melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat," kata Agung Nugroho saat meninjau beberapa titik perbaikan di lapangan.

Ia menguraikan bahwa penanganan infrastruktur pada lokasi kritis, seperti di Jalan Beringin, menjadi keharusan karena kondisinya kerap membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu pengiriman hasil komoditas warga.

"Bahkan pernah ada ibu hamil yang mengalami keguguran setelah melintasi jalan tersebut. Saking rusaknya, jalan itu pernah ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes warga," tutur Agung Nugroho.

Pemerintah optimistis penyelesaian proyek fisik secara bertahap ini dapat tuntas tepat waktu sesuai alokasi anggaran daerah, sehingga manfaat mobilitas yang aman dan efisien dapat dirasakan penuh oleh masyarakat Riau. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler