RIAUIN.COM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan kembali mengintai wilayah Provinsi Riau setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi kemunculan sembilan titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Dari total sebaran tersebut, wilayah Kabupaten Rokan Hilir mencatatkan jumlah indikasi titik panas terbanyak.
Kembalinya titik panas (hotspot) ini memicu alarm kewaspadaan bagi otoritas setempat. Berdasarkan pembaruan data hingga Senin (13/7/2026) malam, wilayah Rokan Hilir mendominasi dengan sumbangan tiga titik panas. Daerah lain yang turut menyumbang sebaran ini adalah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu yang masing-masing memiliki dua titik, serta Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Dumai yang masing-masing mencatatkan satu titik panas.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Elisa JS Kedang membenarkan adanya peningkatan aktivitas titik panas tersebut di wilayah Bumi Lancang Kuning. Pihaknya meminta semua elemen masyarakat dan satgas kebencanaan untuk segera memperketat pengawasan di area-area rawan.
"Di Provinsi Riau terpantau sembilan titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani," kata Elisa JS Kedang saat dikonfirmasi dari Pekanbaru, Senin.
Secara kumulatif di tingkat regional, Pulau Sumatera saat ini tengah dikepung oleh total 268 titik panas. Provinsi Riau berada di urutan kesembilan terendah, sementara konsentrasi titik panas tertinggi di Sumatera didominasi oleh Provinsi Sumatera Selatan dengan 98 titik, disusul Aceh dengan 35 titik, dan Bangka Belitung dengan 33 titik.
Meskipun indikator titik panas mulai bermunculan, kondisi atmosfer di Riau sendiri sebenarnya diprakirakan cukup stabil tanpa adanya potensi cuaca ekstrem. Angin yang bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan hingga 40 kilometer per jam diprediksi dominan membawa udara kabur dan kondisi cerah berawan di sebagian besar wilayah sepanjang hari.
"Pada pagi hari kondisi cuaca diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan. Cuaca serupa juga diprakirakan terjadi pada siang hingga sore, serta malam hingga dini hari. Untuk hari ini tidak terdapat peringatan dini cuaca di wilayah Provinsi Riau," ujar Elisa JS Kedang menambahkan.
Adapun untuk wilayah perairan di sekitar Riau, BMKG mengonfirmasi bahwa tinggi gelombang masih berada dalam batas aman, yakni pada kategori rendah berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Nelayan dan nakhoda kapal penumpang tetap diminta untuk memeriksa pembaruan cuaca berkala guna mengantisipasi perubahan situasi di laut secara mendadak. (Bil)