Kanal

Rohul dan Kampar Tertinggi dalam Capaian Cek Kesehatan Gratis di Riau

RIAUIN.COM - Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar mencatat partisipasi tertinggi dalam program Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Riau hingga akhir Juni 2026. Sebaliknya, wilayah lain seperti Kabupaten Siak dan Indragiri Hilir masih menunjukkan realisasi yang cukup rendah di bawah angka 10 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau hingga 30 Juni 2026, total warga yang telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma ini telah menembus angka 1.020.581 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengungkapkan bahwa peta sebaran partisipasi masyarakat di 12 kabupaten dan kota masih belum merata. Rokan Hulu berada di posisi teratas dengan cakupan 152.056 jiwa atau 24,7 persen dari total sasaran 614.854 jiwa. Posisi kedua ditempel ketat oleh Kampar yang mencapai 24,5 persen atau setara 226.122 jiwa dari target 924.208 warga.

"Hingga akhir Juni, akumulasi warga yang mengakses layanan ini sudah melampaui satu juta orang. Namun, grafik capaian antar-wilayah memang memperlihatkan ketimpangan yang cukup dinamis," kata Zulkifli saat dikonfirmasi di Pekanbaru, Jumat (3/7/2026).

Menyusul di papan tengah, Kota Dumai mencatat realisasi sebesar 20,1 persen (68.936 jiwa), disusul Kepulauan Meranti dengan 18,2 persen (39.170 jiwa). Sementara itu, Kabupaten Kuantan Singingi dan Pelalawan sama-sama membukukan tingkat partisipasi 14,7 persen.

Zulkifli memaparkan, persentase untuk Rokan Hilir berada di angka 14,5 persen (99.926 jiwa), Bengkalis 11,8 persen (70.818 jiwa), dan Indragiri Hulu 11,6 persen (55.422 jiwa). Adapun Ibu Kota Provinsi, Kota Pekanbaru, baru menyentuh angka 10 persen dengan total 104.218 jiwa dari target satu juta lebih penduduk.

Tantangan terbesar berada di Kabupaten Indragiri Hilir yang baru menyentuh 7,3 persen (50.580 jiwa). Posisi buncit ditempati oleh Kabupaten Siak yang mencatat tingkat kunjungan terendah, yakni hanya 4,4 persen atau baru menyasar 37.792 jiwa dari target 494.754 warga.

Guna mendongkrak partisipasi di wilayah-wilayah yang masih rendah tersebut, pemerintah daerah terus menyosialisasikan kemudahan prosedur. Warga hanya diminta datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama tanpa dipungut biaya.

"Masyarakat cukup datang langsung ke puskesmas terdekat dengan membawa KTP atau Kartu Keluarga. Prosesnya administrasi nanti akan dibantu sepenuhnya oleh petugas medis di sana," ujar Zulkifli.

Pemerintah Provinsi Riau menargetkan setiap warga dapat melakukan deteksi dini kesehatan minimal satu kali dalam setahun. Saat ini, sebanyak 243 puskesmas yang tersebar di seluruh pelosok Bumi Lancang Kuning telah disiagakan penuh untuk melayani program ini. Langkah preventif tersebut dinilai krusial agar potensi penyakit kronis dapat diantisipasi dan ditangani lebih cepat sebelum memasuki fase kritis. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler