Kanal

Pekanbaru Sumbang 58 Persen Kasus HIV di Riau, Layanan Skrining Puskesmas Diperluas

RIAUIN.COM - Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan temuan kasus HIV tertinggi di Provinsi Riau, yakni mencapai 6.718 kasus atau menyumbang sekitar 58,3 persen dari total akumulasi di tingkat provinsi. Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah memperluas akses deteksi dini hingga ke tingkat puskesmas guna memutus mata rantai penularan.

Secara kumulatif, total kasus HIV yang tercatat di Bumi Lancang Kuning sejak tahun 1997 hingga triwulan pertama tahun ini telah menembus angka 11.523 kasus. Merujuk data tren tiga tahun terakhir, rata-rata penambahan kasus baru di Riau berada di kisaran 1.000 kasus per tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli menjelaskan bahwa melonjaknya grafik temuan kasus belakangan ini tidak semata-mata menunjukkan pemburukan situasi. Hal itu juga menjadi indikator bahwa sistem penjaringan dan pelacakan di fasilitas kesehatan berjalan lebih agresif.

"Kasus HIV di Riau memang menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya layanan pemeriksaan atau skrining HIV di puskesmas dan rumah sakit, sehingga kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini dapat ditemukan lebih cepat," kata Zulkifli di Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

Langkah memperbanyak titik skrining gratis ini sengaja diambil agar masyarakat yang memiliki perilaku berisiko tinggi bisa langsung ditangani. Jika pasien positif HIV ditemukan sejak stadium awal, intervensi medis berupa terapi antiretroviral (ART) dapat segera diberikan untuk menekan replikasi virus dalam tubuh.

Di luar Pekanbaru, sebaran angka kasus di 11 kabupaten dan kota lainnya di Riau dilaporkan masih relatif lebih rendah, dengan proporsi masing-masing wilayah di bawah 10 persen dari total kasus provinsi. Kendati demikian, edukasi dan pendampingan pasien tetap diperketat secara merata di seluruh daerah.

Pemerintah Provinsi Riau mengimbau masyarakat untuk mengikis stigma negatif terhadap pemeriksaan HIV dan mulai memanfaatkan fasilitas cek kesehatan berkala yang disediakan negara.

"Yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan sedini mungkin bila memiliki faktor risiko serta menjalani pengobatan secara teratur bagi yang telah terdiagnosis. Dengan begitu, kualitas hidup pasien tetap baik dan penularan dapat dicegah," ujar Zulkifli. (Bil)
 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler