RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau resmi mengintervensi pembiayaan pendidikan bagi lulusan sekolah menengah pertama dari keluarga kelas ekonomi bawah agar dapat tertampung di sekolah swasta. Langkah ini diambil melalui skema penambahan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah yang dialokasikan khusus untuk membiayai ribuan siswa di puluhan SMA dan SMK swasta mitra pemerintah.
Kebijakan tersebut didasari atas masih tingginya angka anak putus sekolah di tingkat menengah atas yang dipicu oleh faktor keterbatasan ekonomi keluarga dan ketatnya persaingan kuota daya tampung di sekolah negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Riau tahun 2025, kesenjangan antara angka kelulusan sekolah menengah pertama dan daya tampung sekolah menengah atas negeri menjadi salah satu pemicu utama anak usia sekolah urung melanjutkan pendidikan.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto saat mengonfirmasi kebijakan tersebut menyampaikan bahwa aparatur pemerintah daerah harus menjamin pemenuhan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Melalui program Sistem Penerimaan Murid Baru jalur afirmasi ini, pemerintah daerah berkomitmen menggratiskan biaya pendidikan para siswa penerima manfaat selama tiga tahun penuh atau hingga masa kelulusan.
Pemerintah daerah berharap pengelola sekolah swasta tidak lagi sekadar menitikberatkan orientasi pada sektor bisnis, melainkan ikut mengambil peran sosial dalam mencerdaskan generasi muda di daerah. Program perluasan akses ini juga dirancang untuk menyelaraskan target daerah dengan agenda prioritas nasional mengenai wajib belajar 13 tahun.
Secara teknis, kuota gratis yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau mencapai 2.179 kursi. Alokasi ini terbagi untuk 424 calon siswa di jenjang sekolah menengah atas dan 1.755 calon siswa di jenjang sekolah menengah kejuruan yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota.
Berikut adalah rincian sebaran kapasitas tampung jalur afirmasi di sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan swasta di wilayah Riau:
Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)
SMA Plus Terpadu: 100 siswa
SMA Advent Pasir Putih Kampar: 60 siswa
SMA Advent Pekanbaru: 40 siswa
SMA Smart Indonesia: 40 siswa
SMA Muhammadiyah Seberida Indragiri Hulu: 35 siswa
SMA Plus Bina Bangsa: 30 siswa
SMA Handayani: 30 siswa
SMA Lancang Kuning Dumai: 30 siswa
SMA Persada Pebenaan Indragiri Hilir: 29 siswa
SMA PGRI Pekanbaru: 10 siswa
SMA Setia Dharma: 10 siswa
SMA Islam Darul Huda Lirik Indragiri Hulu: 10 siswa
Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
SMK Kansai Pekanbaru: 250 siswa
SMK Bina Profesi Pekanbaru: 150 siswa
SMK Keuangan Pekanbaru: 100 siswa
SMK Akbar Pekanbaru: 100 siswa
SMK Plus Terpadu: 100 siswa
SMK Korpri Duri: 100 siswa
SMK Migas Bumi Melayu Riau: 90 siswa
SMK 5 Agustus Pekanbaru: 80 siswa
SMK Dirgantara Riau: 80 siswa
SMK 1 Perbankan Duri: 75 siswa
SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir: 60 siswa
SMK Yabri Terpadu: 50 siswa
SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru: 50 siswa
SMK Siantika Pekanbaru: 50 siswa
SMK IT Al Hisa: 50 siswa
SMK Migas Teknologi Pekanbaru: 40 siswa
SMK Farmasi Ikasari Dumai: 36 siswa
SMK Dwi Sejahtera: 30 siswa
SMK YKWI Pekanbaru: 30 siswa
SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru: 30 siswa
SMK Kesehatan Pro Skill Pekanbaru: 25 siswa
SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru: 25 siswa
SMK Tunas Karya Pekanbaru: 20 siswa
SMK Global Cendekia Kampar: 20 siswa
SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru: 14 siswa
SMK PGRI Pekanbaru: 10 siswa
SMK Teknologi Riau: 10 siswa
SMK Setia Dharma: 10 siswa
SMK Telkom Pekanbaru: 10 siswa
SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru: 5 siswa. (Bil)