RIAUIN.COM– Persimpangan jalan masih menjadi salah satu titik paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor. Arus kendaraan yang saling berpotongan, rendahnya kepatuhan terhadap rambu, hingga keberadaan titik buta (blind spot) kerap menjadi pemicu terjadinya benturan yang berujung fatal.
Melihat kondisi tersebut, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau melalui tim Safety Riding membagikan sejumlah tips berkendara aman melalui kampanye #Cari_Aman. Edukasi ini bertujuan membantu pengendara lebih waspada dalam mengelola risiko serta menjaga keselamatan saat melintasi persimpangan.
Instruktur Safety Riding PT CDN, Arif Rahman Hakim, mengatakan persimpangan jalan merupakan salah satu lokasi yang menuntut tingkat konsentrasi dan kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara. Menurutnya, berbagai potensi bahaya dapat muncul dalam hitungan detik dari arah yang tidak terduga.
"Persimpangan itu ibarat panggung ujian mental yang sesungguhnya bagi setiap pengendara. Di situlah titik bertemunya berbagai ego dari arah yang berbeda," kata Arif.
Dikatakannya, kemampuan membaca situasi dan mengantisipasi potensi bahaya jauh lebih penting dibanding keinginan untuk melaju lebih cepat. Karena itu, pengendara perlu menerapkan sejumlah langkah defensif demi meminimalkan risiko kecelakaan.
Langkah pertama adalah mengurangi kecepatan saat mendekati persimpangan. Pengendara dianjurkan menerapkan prinsip 4T, yakni Tata cara, Teliti, Tunggu sejenak, dan Tindak dengan aman, serta tidak berasumsi bahwa pengguna jalan lain akan selalu memberikan prioritas.
Selain itu, penggunaan lampu sein juga harus dilakukan dengan benar. Arif menyarankan pengendara menyalakan lampu sein setidaknya 30 meter sebelum berbelok atau berpindah jalur agar pengguna jalan lain memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi pergerakan kendaraan.
Saat berhenti di persimpangan, pengendara juga perlu melakukan kontrol visual secara menyeluruh. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melihat ke kanan, kiri, lalu kembali ke kanan sebelum melanjutkan perjalanan guna memastikan tidak ada kendaraan yang menerobos dari arah lain.
Tak kalah penting, pengendara diminta menghindari area blind spot kendaraan besar seperti truk dan bus. Posisi terlalu dekat di samping atau di depan kendaraan besar sangat berisiko karena pengemudi memiliki keterbatasan pandangan dan membutuhkan ruang manuver yang lebih luas saat berbelok.
Di akhir penjelasannya, Arif mengingatkan bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama saat berkendara. Menurutnya, sikap mengalah dan menahan ego di jalan justru menjadi kunci untuk bisa tiba di tujuan dengan selamat.
"Berkendara itu bukan soal siapa yang paling cepat sampai di seberang. Saat mendekati persimpangan, turunkan ego kita bersamaan dengan menurunkan gas kendaraan. Selalu terapkan prinsip #Cari_Aman dan jangan ragu untuk mengalah demi keselamatan," tuturnya. -fiq