RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem yang membayangi sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Masyarakat di sembilan kabupaten dan kota diminta mengantisipasi dampak hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Ancaman cuaca buruk ini diprakirakan terjadi mulai siang hingga malam hari. Adapun daerah yang masuk dalam peta kewaspadaan meliputi Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Yasir P memaparkan bahwa sirkulasi cuaca pada pagi hari sebenarnya cenderung hanya memicu hujan ringan di wilayah pesisir selatan, seperti Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Namun, memasuki paruh kedua hari, akumulasi awan konvektif membuat cakupan hujan meluas secara signifikan ke wilayah tengah, barat, hingga utara Riau.
Kondisi atmosfer di daratan Riau saat ini tercatat memiliki tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi, yakni mencapai 55 hingga 100 persen, dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Angin yang bergerak dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan hingga 30 kilometer per jam turut memicu pertumbuhan awan hujan.
Meski kondisi cuaca di daratan cenderung fluktuatif dan ekstrem, BMKG mengonfirmasi bahwa sektor perairan di sekitar Riau masih relatif kondusif untuk aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang laut di perairan Riau diprediksi berada pada angka aman, yaitu antara 0,5 meter hingga 1,5 meter.
Di sisi lain, dinamika cuaca ini terjadi saat Riau masih didera kemunculan 19 titik panas atau hotspot. Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah titik panas di Riau merupakan yang tertinggi kedua di Pulau Sumatera dari total 72 titik panas yang terdeteksi di seluruh pulau.
Sebaran titik panas di daratan Riau saat ini terkonsentrasi di Kabupaten Siak dengan tujuh titik, diikuti Kabupaten Kampar lima titik, dan Kabupaten Pelalawan tiga titik. Sementara itu, Kota Dumai mencatat dua titik panas, sedangkan Kabupaten Bengkalis dan Kuantan Singingi masing-masing menyumbang satu titik.
BMKG berharap guyuran hujan yang merata mulai siang hari ini dapat efektif memadamkan bara api di titik-titik panas tersebut sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan. Walakin, warga tetap diimbau tidak melakukan pembersihan lahan dengan metode pembakaran demi mencegah bencana kabut asap. (Bil)