RIAUIN.COM - Dinas Pendidikan Provinsi Riau memastikan daya tampung Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di wilayah Riau pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB/SPMB) tahun ini dalam kondisi surplus. Oleh karena itu, para orang tua dan calon siswa diminta cerermat melihat peluang dan tidak hanya bertumpu pada sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit.
Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya menyatakan bahwa secara akumulatif, total kuota yang tersedia di seluruh SMA dan SMK negeri di kabupaten/kota se-Riau sangat mencukupi untuk mengakomodasi seluruh lulusan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat.
"Secara kuota kita surplus, sehingga tidak perlu khawatir tidak mendapatkan bangku sekolah. Insyaallah semua calon murid dapat tertampung, asalkan tidak hanya terfokus pada sekolah-sekolah tertentu," ujar Erisman di Pekanbaru.
Untuk membantu masyarakat mengukur peluang kelulusan, Dinas Pendidikan Riau menyediakan data daya tampung masing-masing sekolah secara terbuka dan transparan. Informasi mengenai kuota, jalur penerimaan, hingga zonasi wilayah domisili tersebut dapat diakses secara real-time melalui laman resmi pendaftaran.
Erisman menambahkan, keterbukaan data ini sengaja disajikan agar menjadi bahan pertimbangan matang bagi orang tua sebelum menentukan pilihan sekolah yang tepat bagi anak mereka.
Puluhan Ribu Calon Siswa Mulai Bersaing
Sementara itu, proses pendaftaran daring di Provinsi Riau terpantau berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Berdasarkan data mutakhir, antusiasme pendaftar tergolong tinggi dengan tercatatnya 73.679 akun yang telah aktif di dalam sistem.
Dari total akun yang aktif tersebut, mayoritas atau sebanyak 55.652 calon murid sudah menentukan pilihan sekolah mereka pada kesempatan pertama.
Tim Teknis SPMB Riau Jeffri Hunter menjelaskan, sistem tidak mengalami gangguan yang menghambat proses unggah berkas maupun pemilihan sekolah. Kendala yang muncul di lapangan umumnya hanya sebatas masalah koneksi internet pribadi pendaftar atau format file yang tidak terbaca oleh sistem.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Aman," kata Jeffri.
Selain pilihan pertama, dinamika persaingan juga mulai terlihat pada pilihan sekolah berikutnya. Sebanyak 4.447 calon murid tercatat telah melanjutkan proses dengan mengambil kesempatan pilihan kedua. Sementara itu, 122 calon murid lainnya sudah bergeser hingga ke pilihan ketiga.
Menurut Jeffri, pergerakan calon siswa ke pilihan kedua dan ketiga ini menjadi indikasi bahwa mereka kemungkinan besar belum berhasil lolos atau tereliminasi pada seleksi di sekolah pilihan sebelumnya. (Bil)