Kanal

Riau Diguyur Hujan Lebat di Tengah Kepungan 122 Titik Panas Sumatera

RIAUIN.COM - Provinsi Riau diprakirakan akan didominasi oleh guyuran hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang sepanjang hari ini. Kondisi basah ini membuat Bumi Lancang Kuning relatif aman dari kebakaran hutan, berbanding terbalik dengan wilayah lain di Pulau Sumatera yang mulai dikepung oleh ratusan titik panas (hotspot).

Berdasarkan data pemutakhiran Badan Meteorologi, Climatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Jumat (12/6/2026), total titik panas di Sumatera telah mencapai 122 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang terbanyak dengan 57 titik, diikuti Lampung 18 titik, dan Bangka Belitung 16 titik. Sementara itu, di Provinsi Riau sendiri saat ini hanya terdeteksi satu titik panas yang berlokasi di Kota Dumai.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Yudhistira Mawaddah menjelaskan bahwa meski aktivitas titik panas di Riau tergolong rendah dibandingkan provinsi tetangga, masyarakat justru harus mengalihkan kewaspadaan pada potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat yang merata sejak pagi hari diproyeksikan bakal bertahan hingga malam.

"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada pagi dan siang hari," kata Yudhistira di Pekanbaru, Jumat pagi.

Pantauan citra radar cuaca menunjukkan hujan ringan hingga sedang sudah mengguyur wilayah Kampar, Kuantan Singingi, hingga sebagian Kota Pekanbaru sejak dini hari. Cuaca ekstrem ini diprakirakan meluas ke wilayah Pelalawan saat memasuki sore dan malam hari.

Adapun suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin berembus dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 35 kilometer per jam.

Untuk sektor keselamatan transportasi laut, BMKG memprediksi tinggi gelombang di perairan Riau masih dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 meter hingga 1,25 meter.

Meski curah hujan di Riau saat ini tergolong tinggi dan mampu menekan pertumbuhan titik panas, BMKG tetap meminta masyarakat dan otoritas setempat untuk tidak lengah. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti larangan membuka lahan dengan cara dibakar, harus tetap dipatuhi mengingat dinamika cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu saat musim kemarau kembali mendominasi. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler