RIAUIN.COM - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mengerahkan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan organisasi perangkat daerah untuk membenahi kawasan ibu kota kabupaten secara massal. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan wilayah tersebut sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran ke-44 tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026.
Agenda pembenahan kawasan perkotaan tersebut diawali dengan kegiatan senam kebugaran bersama di Lapangan Limuno, Teluk Kuantan, Kamis (11/6/2026) pagi. Setelah itu, para pegawai langsung disebar ke sejumlah titik strategis, termasuk di sepanjang area Tepian Narosa yang menjadi salah satu pusat perhatian utama dalam perhelatan keagamaan terbesar di Bumi Lancang Kuning tersebut.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kuantan Singingi Yulia Herma Suhardiman menyatakan bahwa keterlibatan aktif seluruh elemen pemerintahan merupakan kunci utama untuk memberikan impresi positif bagi kafilah dari 12 kabupaten dan kota di Riau. Menurut dia, kesuksesan daerah dalam memegang mandat sebagai pusat pelaksanaan acara tidak hanya bertumpu pada kesiapan panggung utama, melainkan juga pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan kota secara menyeluruh.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan bersama otoritas terkait, rombongan menyisir beberapa lokasi kerja bakti, termasuk area yang menjadi tanggung jawab Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kuantan Singingi. Antusiasme staf di lapangan dinilai menjadi representasi dari komitmen daerah untuk menyajikan standardisasi kenyamanan yang optimal bagi tamu tingkat provinsi.
Asisten III Sekretariat Daerah Kuantan Singingi Azhar menjelaskan, gerakan kebersihan serentak lintas sektor ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby. Target utama dari mobilisasi pegawai ini adalah memastikan semua fasilitas publik dan jalur perlintasan utama dalam kondisi rapi, estetis, serta representatif sebelum rombongan delegasi dari berbagai wilayah di Riau tiba di lokasi.
Melalui konsolidasi fisik dan pengelolaan tata ruang yang dipercepat menjelang akhir Juni ini, kelancaran mobilitas serta kenyamanan para peserta musabaqah diharapkan dapat berjalan sesuai rencana kerja pembangunan daerah. Kesolidan birokrasi dalam sisa waktu persiapan ini diproyeksikan mampu menjaga reputasi wilayah sebagai penyelenggara kegiatan skala regional yang akomodatif. (Adv)