RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menerapkan strategi "jemput bola" dengan mendatangi langsung kawasan-kawasan rawan untuk memutus rantai penularan virus penyebab hilangnya kekebalan tubuh (HIV). Langkah agresif ini diambil setelah akumulasi temuan kasus di wilayah tersebut menembus angka 3.700 pasien hingga triwulan pertama tahun ini.
Kawasan Jondul menjadi salah satu titik yang kini diprioritaskan oleh tim medis dalam menggelar pemeriksaan kesehatan massal secara mendadak. Fokus pelacakan sengaja digeser ke lokasi-lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi guna menjaring sedini mungkin masyarakat yang masuk dalam kelompok berisiko.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengonfirmasi bahwa penanganan di lapangan kini tidak lagi sekadar menunggu laporan, melainkan aktif menyisir populasi rentan. Menurut dia, deteksi di fase awal menjadi kunci krusial agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan medis sebelum kondisi kesehatannya memburuk ke fase AIDS.
Selain menggenjot pemeriksaan di area lokalisasi, otoritas setempat juga dihadapkan pada tantangan kedisiplinan pasien lama. Tim dinas kesehatan di lapangan kini melacak keberadaan para penderita HIV yang kedapatan berhenti atau tidak rutin mengambil obat antiretroviral ke pusat kesehatan masyarakat.
Secara terpisah, Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedi Sambudi menjelaskan bahwa tren penularan di wilayahnya saat ini disinyalir telah mencapai titik puncak. Evaluasi terhadap jalur penularan utama, seperti aktivitas hubungan seksual tidak aman dan penggunaan jarum suntik bersama, menjadi basis penentuan lokasi penataan dan pembinaan warga. (Bil)