RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru menemukan tantangan baru dalam mendongkrak capaian imunisasi anak, yakni mengikis keraguan para orangtua di kawasan perkotaan yang kerap termakan informasi keliru (disinformasi). Guna mengatasi kendala literasi tersebut, otoritas setempat menggerakkan tokoh agama, pemuka adat, hingga aparat TNI dan Polri untuk mengedukasi warga secara langsung.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan bahwa masyarakat yang tinggal di kota maju selevel Pekanbaru seharusnya memiliki kesadaran medis yang lebih baik. Namun, kenyataannya masih banyak orangtua yang gamang karena tidak menyaring informasi seputar dampak imunisasi dengan benar.
"Tantangan terbesar kita justru memberikan pemahaman yang tepat kepada para orangtua. Oleh sebab itu, semua lini dari lintas sektor harus bergerak bersama untuk meluruskan pemahaman yang keliru di tengah masyarakat," kata Agung Nugroho setelah membuka Rapat Koordinasi Akselerasi Imunisasi di Ballroom Dang Merdu Bank Riau Kepri, Rabu (20/6/2026).
Meskipun sebagian warga urban sudah sadar dan mendatangi fasilitas kesehatan secara mandiri, penyerapan program ini dinilai masih perlu digenjot secara agresif. Lewat sinergi baru ini, petugas tidak hanya menunggu di puskesmas, tetapi juga melibatkan ulama dan perangkat adat untuk mendekati keluarga yang masih ragu.
Di sisi teknis, Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi menjelaskan bahwa langkah jemput bola akan menjadi strategi utama di lapangan. Pihaknya tengah menyiapkan skema penyisiran (sweeping) ke rumah-rumah warga serta optimalisasi peran posyandu di tingkat RW.
Melalui strategi penyerbuan langsung ke kantong-kantong pemukiman ini, Dinas Kesehatan mematok target optimistis pada akhir tahun. Pekanbaru ditargetkan mampu menembus jajaran tiga besar wilayah dengan cakupan imunisasi anak tertinggi di Provinsi Riau pada penutupan tahun 2026. (Bil)