Kanal

Fondasi Pendidikan Riau Mulai Diarahkan Hadapi Tantangan Kecerdasan Buatan

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau kini mulai mengarahkan fokus pembangunan sektor pendidikan untuk menghadapi tantangan digitalisasi global dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Langkah ini diambil guna memastikan lonjakan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau yang saat ini mencapai 76,31 mampu linear dengan daya saing generasi muda di pasar kerja masa depan.

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau M Job menyatakan, infrastruktur fisik dan investasi daerah memang krusial bagi Bumi Lancang Kuning. Namun, ketahanan daerah di era transformasi digital sepenuhnya bertumpu pada kesiapan kualitas tenaga pendidik dan siswa dalam mengadopsi inovasi berbasis ekonomi.

"Dinamika global bergerak sangat cepat. Persaingan ke depan tidak lagi bersifat antardaerah, melainkan global, di mana kecerdasan buatan dan digitalisasi memegang kendali. Siapa yang tidak siap akan tertinggal," ujar M Job saat membacakan sambutan tertulis Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto dalam acara Anugerah Pendidikan Riau 2026 di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Rabu (20/5/2026).

M Job menjelaskan, pertumbuhan aspek digital ini menuntut adanya penguatan mutu pada sektor pendidikan dasar hingga menengah. Guru tidak sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga didorong menjadi penggerak literasi teknologi agar siswa mampu beradaptasi dengan perubahan pola kerja baru.

Meskipun tantangan teknologi kian kompleks, pemerintah daerah mengklaim intervensi kebijakan mutu SDM sejauh ini memperlihatkan tren positif. Capaian IPM Riau yang menyentuh angka 76,31 menempatkan provinsi ini berada di atas rata-rata capaian nasional.

Menurut M Job, lompatan indikator kualitas hidup masyarakat tersebut merupakan buah dari dedikasi para guru di lapangan yang kerap mengajar di tengah keterbatasan sarana. Penghargaan yang diberikan melalui Dewan Pendidikan Riau diharapkan menjadi stimulus bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi kerja di era modern.

"Di balik setiap siswa berprestasi, ada peran guru yang berjuang melampaui batas jam kerjanya. Peningkatan IPM ini adalah akumulasi dari kerja keras sepihak di ruang-ruang kelas," kata M Job menambahkan.

Melalui momentum ini, Pemprov Riau berharap sinergi antara guru, komite sekolah, dan pemerintah daerah dapat dipererat. Penguatan kapasitas guru dinilai menjadi kunci utama agar target mencetak generasi yang cakap teknologi dan berdaya saing global dapat terealisasi secara merata di seluruh wilayah Riau. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler