RIAUIN.COM– DPRD Provinsi Riau mulai melirik potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal: pajak air permukaan. Melalui Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dewan mendorong pembenahan regulasi dan skema pemungutan agar sektor ini bisa menjadi sumber baru penguatan keuangan daerah.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal Riau sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan di tengah tantangan keterbatasan anggaran.
Pansus Optimalisasi PAD DPRD Riau menggelar rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat DPRD Riau, Kami (5/3/2026), guna membahas potensi peningkatan pendapatan dari pajak air permukaan yang hingga kini dinilai belum optimal.
Rapat dipimpin Ketua Pansus Abdullah, didampingi Wakil Ketua Budiman Lubis dan anggota Sumardani. Turut hadir perwakilan dari Badan Pendapatan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perkebunan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Pembahasan difokuskan pada evaluasi kebijakan pajak air permukaan yang selama ini berlaku, sekaligus menggali peluang peningkatan kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
Dalam forum tersebut, Pansus menilai perlunya kajian lebih mendalam terhadap mekanisme perhitungan pajak, termasuk membuka opsi revisi terhadap Peraturan Gubernur Riau Nomor 37 Tahun 2012 yang telah berlaku lebih dari satu dekade.
Regulasi tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi terkini, terutama terkait aktivitas pemanfaatan air permukaan oleh sektor industri dan perkebunan yang terus berkembang.
Melalui langkah ini, Pansus berharap dapat merumuskan skema pajak yang lebih adil, adaptif, dan mampu menangkap potensi riil di lapangan. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya air oleh perusahaan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi kas daerah.
Upaya ini sekaligus menjadi sinyal bahwa DPRD Riau serius mencari sumber-sumber pendapatan baru tanpa harus membebani masyarakat, melainkan dengan mengoptimalkan potensi yang sudah ada namun belum tergarap maksimal. -adv