Kanal

Pemakaman Massal 10 Korban Galodo Sumbar Dilakukan Usai Upaya Identifikasi Tidak Berhasil

RIAUIN.COM - Sebanyak sepuluh jenazah korban banjir bandang atau galodo yang menerjang Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dimakamkan secara massal pada Kamis. Langkah tersebut ditempuh karena seluruh jenazah tidak dapat dikenali meskipun sudah disimpan dan dianalisis selama dua pekan di RSUD Lubuk Basung.

Kepala Posko DVI di RSUD Lubuk Basung, Kombes Wahono Edhi, mengatakan pemakaman kolektif menjadi opsi terakhir setelah pemeriksaan identitas tidak menemukan kecocokan.

“Sepuluh jenazah ini tidak teridentifikasi dan sudah 14 hari berada di RSUD Lubuk Basung. Karena itu hari ini kami lakukan pemakaman massal,” ujar Kombes Wahono Edhi.

Walaupun telah dikebumikan, ia memastikan proses identifikasi tetap bisa dilanjutkan. Seluruh sampel DNA korban sudah diambil dan dikirim ke DVI Mabes Polri untuk disimpan.

“Sampel DNA sudah kami kirim dan datanya tersimpan di DVI Mabes Polri. Jika ada keluarga yang merasa kehilangan, pencocokan DNA tetap dapat dilakukan,” katanya.

Penyimpanan data DNA tersebut memberi peluang bagi keluarga yang belum menemukan kerabat mereka untuk mencari kepastian identitas korban.

Prosesi pemakaman berlangsung di TPU Kampung Baru, Lubuk Basung. Kesepuluh jenazah dimakamkan dalam satu liang lahad memanjang setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Nurul Falah. Kapolres Agam AKBP Muari memimpin langsung salat jenazah, sementara pengamanan dilakukan oleh personel BKO Polda Riau.

Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Kepala Pusat Identifikasi Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi, Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidayati, serta perwakilan Polda Sumbar dan Polda Riau.

Dari total jenazah yang dimakamkan, terdapat tiga anak perempuan, tiga perempuan dewasa, dua laki-laki dewasa, dan dua anak laki-laki. Setiap makam diberi penanda berupa nomor khusus, seperti PM RSUD 30 dan PM 23, untuk memudahkan pencocokan data bila ada keluarga yang melapor di kemudian hari.

Pihak kepolisian dan tim DVI mengimbau warga yang belum menemukan anggota keluarganya agar mendatangi posko DVI dengan membawa data pendukung sehingga proses pencocokan DNA dapat dilakukan meskipun jenazah sudah dimakamkan. (Bil)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler