RIAUIN.COM Ribuan warga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih harus mengungsi setelah hujan ekstrem memicu banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Rabu (3/12/2025), lebih dari 15 ribu warga tercatat bertahan di lokasi pengungsian.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD mengatakan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta memulihkan akses yang terputus akibat kerusakan infrastruktur.
“Data hingga Selasa malam menunjukkan sebanyak 15.307 jiwa telah mengungsi dan tersebar di tujuh kecamatan. Kami memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu.
Pengungsian Terbesar di Tanjung Raya
BPBD Agam mencatat bahwa Kecamatan Tanjung Raya menjadi lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 9.198 jiwa. Disusul Malalak (2.419 jiwa) dan Palembayan (1.511 jiwa).
Untuk mendukung operasional di lapangan, Posko utama di rumah dinas Bupati Agam mengaktifkan 13 pos lapangan di seluruh kecamatan terdampak. Sebanyak 26 dapur umum beroperasi, baik menggunakan mobil dapur umum, tenda, ataupun rumah warga.
Bantuan ke wilayah yang masih sulit dijangkau dikirim melalui jalur udara.
Kerusakan Infrastruktur Meluas
Abdul Muhari menambahkan, kerusakan material akibat bencana ini cukup besar. Tercatat 465 rumah rusak berat, 188 rusak sedang, dan 406 rusak ringan. Selain itu, terdapat 10 jembatan putus serta 25 titik jalan mengalami kerusakan, yang menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Alat Berat Ditambah untuk Mempercepat Perbaikan
Upaya pemulihan akses terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Agam bersama BNPB mengerahkan 10 alat berat untuk membuka jalur yang tertutup material longsor di enam kecamatan, termasuk Tanjung Raya dan Malalak.
“Kami menambah lima unit alat berat tambahan, termasuk bantuan dari United Tractor, Zipur, dan Pemerintah Kota Payakumbuh, agar akses bisa segera terbuka,” kata Abdul Muhari.
Dukungan Komunikasi Darurat
Kementerian Komunikasi dan Digital memasang perangkat komunikasi darurat di tiga lokasi: Kecamatan Malalak, Kecamatan Palembayan, dan Posko Utama BPBD di Lubuk Basung. Sementara tiga kecamatan — Sungai Pua, Candung, dan Ampek Angkek — dilaporkan tidak terdampak signifikan. (*)