Kanal

IOC Keras ke Indonesia, Tapi Tutup Mata terhadap Israel

RIAUIN.COM – Komite Olimpiade Internasional (IOC) bersikap tegas terhadap Indonesia usai keputusan pemerintah tidak mengizinkan kehadiran atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam 2025. Namun, sikap keras itu dinilai kontras dengan kelunakan IOC terhadap Israel di tengah konflik Gaza.

Pemerintah Indonesia menolak kehadiran kontingen Israel karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik. Enam atlet asal Israel dilaporkan tidak memperoleh visa untuk masuk ke Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan konstitusi Indonesia, khususnya prinsip yang menekankan penghormatan terhadap keamanan dan ketertiban umum serta kewajiban ikut menjaga perdamaian dunia.

Sebagai respons, IOC menyatakan akan menghentikan komunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Selain itu, IOC juga mengancam tidak akan memberikan rekomendasi bagi Indonesia untuk menggelar ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade.

Sikap tegas IOC terhadap Indonesia justru bertolak belakang dengan pendekatannya terhadap Israel. Organisasi tersebut masih memperbolehkan Israel tampil di berbagai kejuaraan dunia, meskipun negara itu dituduh melakukan kekerasan terhadap warga sipil Palestina.

“IOC menegaskan kembali prinsip dasarnya bahwa setiap atlet dan ofisial yang memenuhi syarat harus dapat ikut serta dalam kompetisi tanpa diskriminasi, sesuai dengan Piagam Olimpiade dan asas netralitas politik,” demikian pernyataan resmi IOC.

Sebaliknya, IOC pernah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Belarusia akibat invasi ke Ukraina. Kedua negara itu dilarang mengibarkan bendera nasionalnya dalam Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia, sebagaimana juga terjadi pada Olimpiade Paris 2024.

Mengutip The Moscow Times, hanya sebagian kecil atlet Rusia dan Belarusia yang diizinkan berlaga sebagai peserta netral setelah melewati proses verifikasi ketat untuk memastikan mereka tidak mendukung perang atau memiliki kaitan dengan militer.

Kebijakan berbeda ini menimbulkan pertanyaan publik. IOC dianggap menerapkan standar ganda—tegas terhadap sebagian negara, namun lunak terhadap Israel yang banyak dikritik karena serangan brutal di Palestina.

Sumber: Detik

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler