Kanal

Kapolda Riau: Penindakan Tambang Emas Ilegal Terus Berlanjut, Inhu Jadi Prioritas Baru

RIAUIN.COM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa operasi pemberantasan penambangan emas tanpa izin (PETI) akan terus dilakukan di seluruh wilayah Riau, tidak hanya menjelang acara budaya Pacu Jalur. Setelah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kini giliran Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang menjadi target utama.

“Termasuk yang di Inhu, akan segera kami tindak. Ini adalah peringatan sekaligus kesempatan terakhir. Kami akan bergerak bersama TNI dan jajaran Kodim,” kata Irjen Herry Heryawan, Kamis (21/8/2025).

Sudah 53 Lokasi PETI Ditutup di Kuansing
Kapolda mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik aktivitas tambang ilegal di Inhu. Sementara itu, penertiban yang dilakukan di Kuansing telah berhasil menutup 53 lokasi PETI.

“Di Kuansing, kami menemukan 53 titik aktivitas PETI dan telah memusnahkan 234 unit dompeng. Selain itu, 16 pelaku telah diamankan, baik oleh Polres maupun di Polda,” ujarnya.

Dalam kurun dua pekan terakhir, Polda Riau mencatat adanya tujuh laporan polisi (LP) terkait aktivitas tambang ilegal, menandakan bahwa praktik ini masih cukup masif di lapangan.

Rencana Pengembangan Wilayah Tambang Rakyat
Lebih lanjut, Kapolda meminta para pelaku PETI untuk segera menghentikan seluruh aktivitasnya. Ia menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah menyusun rencana pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang akan dikelola secara resmi bersama BUMN di sektor pertambangan.

“Ini demi kepentingan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Jangan sampai kegiatan tambang ilegal yang meraup keuntungan hingga ratusan miliar per bulan malah merusak alam, merugikan daerah karena tak ada retribusi, tak bayar pajak, dan tak memberi manfaat langsung bagi warga sekitar,” tutupnya. (Nab)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler