Kanal

Peninggalan Bersejarah, Lambai-lambai Perahu Jalur dari Tahun 1930 Ditemukan di Benai, Kuansing

RIAUIN. COM- Sebuah penemuan langka berhasil terungkap di Kecamatan Benai, Kuantan Singingi (Kuansing), di mana sisa lambai-lambai perahu jalur kuno yang diperkirakan dibuat pada tahun 1930 masih tersisa dan terawat.

Objek bersejarah ini menjadi saksi bisu kejayaan tradisi pacu jalur di masa lalu.

"Salah satu peninggalan Lambai-lamabai  jalur Desa Pulau Lancang Simandolak Benai tahun 1930," kata salah seorang warga setempat sembari mengirinkan foto Lambai-lambai jalur ke WAG, Senin (18/8/2025)

Menurut warga, Lambai -lambai tersebut kini telah diamankan ke salah satu rumah warga agar tidak di makan rayap.

Lambai-lambai, yang merupakan hiasan bagian belakang perahu jalur, ditemukan dalam kondisi yang relatif utuh meskipun telah dimakan usia.

Peninggalan ini memiliki ukiran-ukiran khas Melayu yang kaya akan motif flora dan sulur-suluran.

Keunikan lain dari lambai-lambai ini adalah adanya ukiran angka "1930" di bagian tengahnya, yang menegaskan tahun pembuatannya.

Terbuat dari kayu ulin atau sejenisnya yang kuat dan tahan air, ukiran ini menunjukkan detail yang rumit dan artistik, mencerminkan keterampilan tinggi para pengrajin di era tersebut.

Sisa-sisa warna seperti merah, hijau, dan kuning yang kini telah memudar, menambah kesan otentik dari benda ini.

Penemuan ini menjadi bukti nyata kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Kuantan Singingi. Objek ini tidak hanya memiliki nilai seni yang tinggi, tetapi juga nilai sejarah yang tak ternilai.

sebagai peninggalan dari salah satu desa di Kecamatan Benai yang hingga kini masih mempertahankan tradisi pacu jalur.

Keberadaan lambai-lambai perahu jalur ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda tentang warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga kelestariannya selamanya. (hen

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler