Kanal

UMRI Perkuat Kolaborasi Akademik dengan Universiti Malaysia Kelantan lewat Kuliah Pakar

RIAUIN.COM – Program Studi Fisika, Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kesehatan (FMIPA Kes) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar yang menghadirkan Assoc Prof Dr Zulhazman Hamzah dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK) sebagai narasumber.

Wakil Rektor II UMRI, Dr H Baidarus MM MAg, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi kontribusi besar dalam memperkuat keilmuan lintas program studi, termasuk Fisika dan Biologi.

“Kehadiran akademisi internasional seperti Dr Zulhazman sangat kami apresiasi. Ini menjadi momentum penting untuk terus membina dan memperdalam kerja sama yang telah lama terjalin antara UMRI dan UMK,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan antara kedua institusi ini sudah berlangsung sejak masa kepemimpinan rektor sebelumnya, yang ditandai dengan banyaknya dosen UMRI yang melanjutkan pendidikan S3 di UMK. Kolaborasi tersebut kini terus berkembang dalam berbagai bentuk.

Ia juga menambahkan bahwa UMRI saat ini menaungi 9 fakultas dan 32 program studi, termasuk program pascasarjana di bidang hukum yang baru dibuka.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan fasilitas, termasuk dengan membangun gedung baru yang sebagian dananya bersumber dari swakelola serta wakaf, termasuk dari komunitas diaspora Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, Assoc Prof Dr Zulhazman Hamzah mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali mengunjungi Indonesia, yang menurutnya sudah seperti rumah kedua.

Ia juga menyebut bahwa kunjungannya kali ini bertepatan dengan pelaksanaan konferensi internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2025.

“Kedekatan akademik antara UMK dan UMRI sangat kuat, apalagi banyak dosen asal Indonesia yang menempuh studi doktoralnya di UMK,” ucapnya.

Dr Zulhazman juga menyoroti bahwa kegiatan ini menjadi jembatan untuk pertukaran ilmu pengetahuan antarnegara. Mahasiswa pun memperoleh wawasan baru tentang keberagaman dan distribusi tanaman Araceae di wilayah Kelantan, Malaysia, serta membuka jalan bagi riset bersama ke depan. (Nab)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler