Kanal

Cegah Narkoba Masuk Lapas, Tes Urine Massal Digelar Usai Gagalkan Penyelundupan Happy Five

RIAUIN.COM – Sebagai respons atas upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan pemeriksaan urine bagi petugas dan warga binaan, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini menyusul penangkapan seorang pengunjung wanita yang kedapatan membawa 20 butir pil Happy Five tersembunyi dalam roti kering.

Sebanyak 50 orang mengikuti tes ini, terdiri dari 30 petugas dan 20 narapidana. Tes urine ini dipimpin langsung oleh Kalapas Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, terutama terkait pemberantasan narkoba dan praktik penipuan di lembaga pemasyarakatan.

“Langkah ini merupakan komitmen kami dalam menciptakan lapas yang bebas dari narkotika. Integritas petugas dan warga binaan menjadi prioritas,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, tes urine ini akan terus dilakukan secara berkala bekerja sama dengan BNN Kota Pekanbaru, guna memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari penyalahgunaan zat berbahaya.

Adapun insiden penyelundupan terjadi pada Senin (7/7/2025), saat petugas menggagalkan upaya masuknya narkoba jenis Happy Five ke dalam lapas. Pil-pil tersebut disembunyikan oleh seorang perempuan berinisial YL dalam bungkusan roti kering yang dibawanya saat berkunjung ke Lapas.

Pebri Sadam, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, menjelaskan bahwa YL datang bersama seorang anak kecil, diduga untuk mengalihkan perhatian petugas. Setelah melakukan kunjungan tatap muka, YL kembali membawa satu kantong plastik berisi empat bungkus roti. Pemeriksaan di pintu utama (P2U) menemukan satu bungkus mencurigakan yang ternyata berisi pil terlarang.

“Dari pengakuannya, barang tersebut ditujukan untuk warga binaan berinisial MRP. Namun penyelidikan internal kami mengarah kepada narapidana lain berinisial GH sebagai penerima sebenarnya,” jelas Pebri.

Seluruh barang bukti dan pihak-pihak yang diduga terlibat telah diserahkan ke Satnarkoba Polresta Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut.

Erwin menambahkan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap barang titipan dan pengunjung, terutama dalam menghadapi modus-modus baru yang semakin kompleks.

“Penyelundupan narkoba yang melibatkan makanan dan bahkan anak-anak adalah tindakan keji yang tidak bisa ditoleransi. Kami akan bertindak tegas,” tutupnya. (Nab)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler