Kanal

Data Penerima Bantuan Warga Miskin di Koto Kombu Amburadul, yang Layak Malah Dipinggirkan

RIAUIN. COM- Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan,, kini menjadi sorotan tajam. Warga yang seharusnya berhak menerima bantuan pemerintah, justru terpinggirkan.

Sementara itu, oknum perangkat desa diduga kuat menikmati kucuran dana yang seharusnya menjadi hak warga miskin.

Hernawati, seorang warga yang hidup serba kekurangan, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pahitnya kenyataan ini. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan kekecewaannya karena namanya tak pernah masuk dalam daftar penerima bantuan.

Padahal, hidupnya serba sulit, mengandalkan pekerjaan serabutan sebagai pembersih kebun. "Tak kerja tak makan," ujarnya lirih.

"Setiap tahun kami bayar pajak, ternyata pajak kami untuk bayar bantuan untuk oknum perangkat desa. Sudahlah digaji, dapat bantuan pula," keluhnya dengan nada getir.

Kekesalan Hernawati bukan tanpa alasan. Di tengah himpitan ekonomi yang mendera, ia merasa diperlakukan tidak adil. Bantuan yang seharusnya menjadi penopang hidupnya, justru dinikmati oleh mereka yang seharusnya tidak berhak.

Ironisnya, saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Koto Kombu, Riduan Ali, justru mengaku tidak tahu-menahu soal carut-marut data penerima bantuan ini. Ia malah mengarahkan wartawan untuk bertanya kepada pihak yang melakukan pendataan.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Camat Hulu Kuantan, Azisman. Ia berjanji akan berkonsultasi dengan pemerintah desa untuk mencari tahu penyebab warga yang layak tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

Sementara itu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengakui adanya oknum perangkat desa yang menerima bantuan. Ia berjanji akan melakukan verifikasi data ulang dan melibatkan media dalam prosesnya, demi memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Kasus di Desa Koto Kombu ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Di tengah upaya pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan, masih ada oknum yang tega menyelewengkan hak warga miskin.

Kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem pendataan dan penyaluran bantuan, agar tidak ada lagi air mata warga yang tertumpah karena ketidakadilan. (hen
 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler