RIAUIN.COM - Gelandangan dan pengemis (Gepeng) kembali menjadi sorotan Pemerintah Kota Pekanbaru di awal tahun 2025. Pj Walikota Roni Rakhmat meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah untuk menertibkan dan melakukan rehabilitasi terhadap Gepeng yang semakin banyak terlihat di beberapa titik kota.
Keberadaan Gepeng di Pekanbaru semakin mencolok sejak akhir tahun 2024, terlihat di persimpangan lampu merah, ruas jalan seperti Jalan Diponegoro dan Gajah Mada, serta tempat-tempat keramaian seperti restoran dan rumah makan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pekanbaru, Idrus, menjelaskan bahwa meskipun pihaknya sudah memulai upaya penertiban sejak bulan lalu, keterbatasan personel menjadi kendala dalam mengawasi kawasan yang rawan. Untuk itu, Dinsos akan berkolaborasi dengan OPD terkait seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban.
"Karena kami terbatas dalam jumlah personel, kami mengandalkan bantuan OPD lain. Satpol PP yang bertugas menegakkan Perda, dan Dishub yang turut menangani masalah seperti Pak Ogah," kata Idrus, Senin (6/1/2025).
Idrus juga menambahkan bahwa pihaknya telah menempatkan beberapa personel di titik-titik rawan seperti lampu merah untuk mengurangi keberadaan Gepeng. Meski ada sedikit perubahan, pihaknya tetap memerlukan dukungan lebih dari instansi lain agar penertiban bisa lebih efektif.
"Sebenarnya kami lebih fokus pada rehabilitasi, tapi penertiban tetap kami lakukan bersamaan," pungkasnya. (*)