RIAUIN.COM - Pengungsi Rohingya membuat resah warga Pekanbaru lantaran diduga kerap mengambil hasil perkebunan milik warga tanpa izin.
Hal ini dikatakan Darmiwati, warga Kota Pekanbaru usai videonya viral saat mengusir beberapa pengungsi Rohingya yang protes karena tidak diberi buah rambutan.
Dikatakannya, sebelum viralnya video tersebut, warga setempat sudah lama resah akibat ulah kelompok pengungsi Rohingya.
“Hampir semua warga di sini sudah resah. Hasil pertanian dijarah, hasil perkebunan diambil. Warga yang lelah berkebun malah mereka yang menikmati hasil kebunnya, seperti ubi, jagung. Jadi warga kita makan apa?” sebutnya, Kamis (19/12/2024).
Meskipun warga telah melaporkan keresahan ini ke pihak RT dan RW setempat, tetapi masalah belum menemukan solusi.
Darmiwati menjelaskan, sebelumnya dirinya pernah memberikan satu goni rambutan kepada pengungsi, namun mereka menjual pemberian tersebut.
“Alasan saya viralkan karena itu puncak keresahan kami. Mereka juga meminta-minta ke rumah,” ujarnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pengungsi sering datang ke rumah warga membawa senjata tajam (sajam) dengan alasan untuk mengambil kayu. Namun, mereka justru menebang batang pohon milik warga tanpa izin.
“Sering datang bawa sajam. Alasan mereka buat ngambil kayu, tapi batang pohon milik warga diambil,” tambah Darmiwati.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui pula para pengungsi tersebut membangun perkampungannya sendiri di tengah Kota Pekanbaru.
Perkampungan itu terlihat berdiri di lahan kosong di sebuah gang di Jalan Datuk Wan Abdul Jamal, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru dan dihuni ratusan orang dewasa dan anak-anak.
Para pengungsi juga terlihat bebas berkeliaran menggunakan sepeda motor serta memiliki telepon genggam.(nal/ant).