RIAUIN.COM - Pj Wali Kota Pekanbaru, Roni Rahmat, mengingatkan para produsen parsel untuk memprioritaskan aspek keamanan dan kualitas produk pada musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Peringatan ini disampaikan mengingat tingginya permintaan parsel yang biasanya menjadi hadiah populer pada momen tersebut.
“Kami menekankan agar para produsen lebih selektif dalam memilih dan menjual produk, terutama yang berpotensi kadaluarsa,” ujar Roni Rahmat di Pekanbaru, Senin (16/12/2024).
Roni menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap produk yang digunakan dalam parsel memenuhi standar kebersihan dan keamanan, terutama produk pangan dan minuman.
“Kami mengimbau agar pihak produsen dan penjual lebih teliti dalam memilih bahan yang digunakan dalam parsel, termasuk memperhatikan masa kadaluarsa dan kebersihannya,” tambahnya.
Pj Walikota juga menyebut bahwa konsumen berhak menerima produk yang aman dan layak konsumsi, mengingat banyak parsel yang berisi makanan dan minuman yang langsung dikonsumsi tanpa pemeriksaan lanjutan.
Untuk memastikan produk yang beredar di pasar aman, Pemerintah Kota Pekanbaru akan membentuk tim khusus untuk memantau distribusi dan penjualan parsel di wilayah Pekanbaru. Tim ini akan memeriksa kelayakan produk, termasuk masa kadaluarsa, kemasan yang baik, dan kandungan bahan berbahaya.
“Tim yang kami bentuk akan terus melakukan pemantauan, dan kami berharap produsen lebih peduli dengan keselamatan konsumen dalam menjual parsel,” ujar Roni.
Upaya ini bertujuan untuk menghindari potensi masalah kesehatan dan kerugian akibat produk parsel yang tidak memenuhi standar. Roni juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih parsel yang diterima.
Pj Walikota Pekanbaru juga meminta agar pedagang dan produsen parsel bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menjaga transparansi dan memastikan kualitas produk yang dijual.
Pemerintah Kota Pekanbaru tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan terkait distribusi produk yang tidak aman untuk konsumsi.
“Melalui langkah ini, kami berharap masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman, tanpa khawatir soal kualitas parsel yang diterima,” pungkasnya. (*)