RIAUIN.COM - Sempat menghentikan kegiatan selama dua hari di simpang empat lampu merah Garuda Sakti, sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali melancarkan aksinya meminta - mintanya kepada pengendara.
Bukan saja aktivitas meminta-minta yang dilakukan gepeng di persimpangan lampu merah tersebut, namun beberapa orang gepeng lainnya juga terlihat memberikan jasa bersih kaca mobil dan badut.
"Dua hari polisi dan tentara melarang kami di sini bang, karena ada Pak Jokowi datang ke Pekanbaru. Hari ini kami mulai beraktivitas lagi seperti biasa," ujar Saleh, salah seorang gepeng kepada Riauin.com, Sabtu (01/06/2024).
Saleh menambahkan, selam dua hari sejumlah aparat seperti, TNI, Polri, Pol PP dan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru terlihat berdiri persis di tengah tengah trotoar jalan simpang empat Garuda Sakti - HR Soebrantas.
"Kami takut mau ke tengah jalan, karena ada tentara dan polisi sedang berjaga jaga," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari pihak TNI dan Polri yang sedang berjaga jaga di persimpangan jalan tersebut, bahwasanya Presiden Jokowi akan melintas untuk menuju Kabupeten Kampar yang sebelumnya bertolak dari Kota Pekanbaru untuk meresmikan Tol Bangkinang - Koto Kampar.
"Karena Presiden mau lewat, makanya kami dilarang ke jalanan," ucapnya.
Pantauan di lapangan, sejumlah gepeng kembali terlihat di perempatan Jalan Garuda Sakti - HR Soebrantas, Panam. Ada yang jadi badut, menawar jasa bersih kaca mobil dan juga peminta-minta.
"Seharusnya persoalan gepeng yang semakin hari semakin menjamur ini diperhatikan oleh Pemko Pekanbaru. Sebab, bagaimana pun mereka adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak untuk diperhatikan pemerintah," kata Dewi, salah seorang mahasiswi Unri.(ade)