"Katanya gue denger sakitnya berat sekali sampai kepalanya mau dioperasi. Itu kan berat sekali," ujar dia saat ditemui di sebuah rumah makan di kawasan Gondangdia, Jakarta, Sabtu (30/9).
Oleh sebab itu, Andi menyarankan, agar Setya Novanto fokus dalam pengobatannya dan hukum yang sedang dia jalankan di KPK. Untuk itu, kata dia, sebaiknya Novanto menunjuk Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar untuk melaksanakan tugas sementara Novanto fokus untuk penyembuhannya.
"Ya itu yang kita sarankan dalam rekomendasi, supaya dia fokus bisa konsentrasi menangani soal-soal kesehatannya kemudian menjalani kasus-kasus hukumnya. Nah, sekarang itu kita minta nonaktif, dan menunjuk Plt, kan nggak susah," jelas dia.
Andi juga menjelaskan, Novanto tidak mau melakukan operasi yang rencananya dilakukan dokter di bagian kepala. Dalam waktu dekat, lanjut dia, Dewan Pertimbangan Partai Golkar akan mengunjungi Novanto untuk memerikan rekomendasi nama-nama Plt yang akan ditunjuk oleh Novanto.
"Saya belum, orang lagi sakit berat, kita doakan aja kan," kata dia.
Ketika proses kesehatan dan proses hukum yang dijalankan Novanto berakhir, Andi mengatakan, silakan Novanto untuk menjabat kembali sebagai Ketua Umum Partai. Saat ini, lanjut dia, Novanto sedang menjalani dua proses hukum. "Hukumnya ini dua, hukum secara murni dan persepsi publik di satu sisi," ucap dia.(rol)