Dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag)‎, H. Syahrudin S.Ag, M.Sy, JCH Rostiana sudah mengalami sesak nafas setibanya di Madinah, Arab Saudi, dan langsung dirawat di Rumah Sakit King Fahd Madinah.
Setelah sedikit sembuh, Rostiana sempat dikembalikan ‎ke ‎Kantor Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI. Namun penyakitnya kambuh lagi dan kembali dirujuk ke RS King Fahd Madinah sampai hari ini, sehingga tidak bisa ikut melaksanakan ibadah haji ke Kota Mekkah.
Satu JCH yang sakit ini masih tinggal di Madinah hingga kini,"‎ sebut Syahrudin, Jumat (25/8/2017).‎‎
Walaupun tidak bisa mengikuti ibadah haji seperti JCH lainnya jelas Syahrudin, Rostiana tetap laksanakan ibadah haji digantikan petugas haji yang sudah ditunjuk pemerintah.
Awalnya, ada 445 JCH Rohul yang menunaikan ibadah haji. Namun ada 2 JCH asal Kecamatan Rambah Samo yang mendapatkan kursi tambahan, tergabung di Kloter 26 bergabung dengan JCH asal Provinsi Kalimantan Barat.
Sejauh ini, ada 446 JCH Rohul yang sehat tengah menunggu pemberangkatan dari Mekkah ke Arafah. Pada 30 Agustus‎ mereka sudah berangkat ke Arafah sebagai puncak ibadah haji di jabbal rahmah yang merupakan tempat pertemuan Nabi Adam dan Hawa.
Selain itu, jelas Syahrudin, agar seluruh JCH Rohul tetap sehat dan fit. Karena jauh-jauh hari pihaknya sudah meminta Ketua Kloter tidak‎ memporsir mereka dengan ibadah sunnah, hanya melaksanakan salat wajib saja di Masjidil Haram.‎
Tambah Syahrudin lagi, di puncak ibadah haji yang jatuh 31 Agustus 2017, JCH bakal memerlukan banyak tenaga, sehingga harus fit.‎
“Sesuai fatwa ulama Mekkah, shalat di sekitar Masjidil Haram sama pahalanya jika tidak dalam keadaan darurat," tambahnya.
Syahrudin menganjurkan, agar JCH Rohul yang sedang melaksanakan ibadah haji untuk banyak meminum air putih atau air zam-zam biasa, bukan air zam-zam dingin.‎(yus)