Kekurangan tersebut seperti helm pelindung kepala, baju anti api, tabung oksigen, alat pemadam api ringan, dan armada damkar serta truk tangki suplai air.
Sebagaimana disampaikan Tokoh Masyarakat Rohul yang juga mantan anggota DPRD Rohul Ismed Daulay minggu (09/7) di Pasir pengaraian.
"Menurut Pengamatan saya peralatan Damkar-nya memang masih minim. Sebagian memang sudah ada, namun usianya sudah tua, sehingga perlu pembaruan,"ujarnya.
Ismet mengatakan sangat Prihatin melihat sarana dan prasarana yang dipakai pertugas pemadam saat adanya kebakaran, ternyata ketersediaan alat pemadam kebakaran masih jauh dari memadai.
"Kami salut dengan teman-teman PMK Rohul yang tetap bersemangat meski dengan peralatan yang minim dan seadanya" ujarnya.
Menurut Ismet idealnya satu unit Pemadam Kebakaran bertugas dengan jarak jangkau maksimal hingga radius 20 kilometer.
Di luar radius tersebut, kata Ismet pemerintah daerah seharusnya menyediakan unit Damkar tambahan untuk membantu mengawal potensi kebakaran di area tugas masing-masing.
Bahkan lebih bagus jika setiap satu kecamatan ada satu unit Armada Pemadam Kebakaran. Penanganan situasi darurat kebakaran akan lebih cepat dilakukan, ujarnya.
Ismet berharap kepada Pemkab Rohul agar bisa menambah jumlah unit mobil damkar dan mengalokasikan anggaran pengadaan mobil Damkar pada tahun anggaran 2017. Mengingat jarak antara ibukota Kabupaten ke kecamatan sangat jauh seperti kecamatan Bonai Darusalam kecamatan Kepenuhan Desa Mahato kecamatan Tambusai Utara, Rokan IV koto dan Kecamatan Pendalian IV. " Paparnya"
Hal senada juga di sampai salah seorang Personil Damkar Rohul Yang tak ingin disebutkan namanya menjelaskan jumlah mobil damkar di pemkab Rohul saat ini 5 unit dan 1 unit Mobil tanki penyuplai Air itupun satu unit Sudah Rusak dan 1 unit lagi sudah tak layak pakai Dan kinerjanya tidak optimal alias sering ngadat "katanya" (yus)