beberapa SPBU yang diduga menjual bahan Bakar minyak dengan Partai besar,seperti pakai Jerigen,bahkan pakai Mobil yang berisikan Jerigen sampai 40 jerigen. Hal ini akan membuat Masyarakat tidak mendapatklan BBM terutama bensin
karena pembagian oleh SPBU tidak netral.
Ditegaskannya,dengan banyaknya laporan masyarakat, oknum yang membeli BBM premum dengan jeringan di sejumlah SPBU dengan Partai besar, seperti Desa Talukumain Kecamatan Tambusai milik Budiman Lubis. Bahkan, di SPBU milik DL Sitrous di Desa Rantau Kasai Kecamatan Tambusai Utara yang paling parahnya, sejak dibatasi kuota BBM jenis premiun alias bensin, kini SPBU tersebut tidak melayani lagi warga beli premium.
Bahkan, informasi lain dari sejumlah masyarakat juga terjadi pembelian dengan jerigen, di SBPU Dusun Danau Sati Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo, di SPBU Pagaran Tapah Darussalam diduga milik mantan Menteri Kehutanan RI, MS Kaban.
“Kita akan cek ulang, apakah memang ada penyimpangan atau tidak SPBU tersebut dalam menyalurkan BBM, terutama jenis premium. Bila memang ada penyimpangan kita akan menindak SPBU tersebut dan pembeli yang gunakan jerigen,†janji Kapolres,Selasa (6/6), di sela-sela pemusnahan hasil Operasi K2YD, di Mapolres Rohul.
Menurutnya,Yang jadi permasalahan di tengah masyarakat, sejak dikuranginya kouta atau jatah BBM premium oleh pemerintah pusat untuk dialihkan ke BBM jenis Pertalit dan Pretamax, kini kerap terjadinya antrian panjang kendaraan yang akan isi premium. Namun, karena diduga sejumlah pemilik SPBU tetap melayani pembeli dengan jerigen, khususnya
yang mengangkut dengan mobil L300 maupun Pikc up.
“Bila memang ada laporan, ada beli bensin dengan mobil jumlah besar, dan penyalurannnya tidak tepat sasaran maka kita akan menindaknya secara tegas. Apalagi, penyalurannya di luar Kecamatan daerah SPBU tersebut,†tegasnya. Bahkan dirinya berterima kasih, sudah mendapatkan informasi tersebut, dirinya akan cek ulang seluruh oknum yang membeli BBM khususnya premium dengan jerigen.***[Yus]