Kanal

Takut Divonis Corona, Warga Pekanbaru Tak Mau Berobat ke RS, Ini Jawaban Nuzelly Husnedy

RIAUIN.COM - Sebagian masyarakat Kota Pekanbaru merasa ketakutan untuk berobat di rumah sakit (RS). Mereka khawatir, disaat memeriksakan diri ke dokter karena sakit batuk, pilek, atau lambung, nantinya divonis terinfeksi virus Corona (Covid-19). 

Ketakutan itu disampaikan Angku Mudo, warga Panam Kecamatan Tampan kepada Direktur RSUD Arifin Achmad (AA), dr Nuzelly Husnedy. 

Saat program talk show di Pro 1 RRI Pekanbaru dengan tema "Pelayanan Rumah Sakit Pada Masa Pandemi Covid 19", Senin (09/11/2020), Angku Mudo menyampaikan rasa takut yang dirasakan masyarakat saat berobat ke RS.

"Ada ketakutan di masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, mungkin dia batuk atau sakit lambung atau lainnya. Tapi untuk ke rumah sakit takut, sehingga mereka lebih memilih diam di rumah, karena khawatir nanti jika diperiksa akan divonis Covid-19," kata warga Panam ini.

Menanggapi keresahan di masyarakat itu, Dr Nuzelly menjelaskan agar masyarakat tak perlu takut berobat ke RS. Sebab, untuk menangani Covid-19 itu dilakukan dengan 3T yaitu melakukan tracing (penelurusan), testing (pengujian), dan treatment (perawatan). Selanjutnya, melalui peran Pukesmas untuk memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat.

"Di pikiran masyarakat itu seolah-olah kalau datang ke rumah sakit semuanya Covid. Sebenarnya tidak, itu tidak benar," tegasnya.

Tentu ada kriterianya saat seseorang dinyatakan Covid-19, maka dari itu untuk melihat kriteria-kriteria tersebut ditunjuk dokter spesialis paru menetapkan diagnosisnya. 

"Setiap penyakit memiliki kriteria dan gejala masing-masing, jadi tidak serta merta yang memeriksakan kesehatan kerumah sakit adalah gejala Covid," ucapnya.

Selain ditunjuk dokter paru untuk melakukan diagnosis penyakit itu Covid-19 atau tidak, dilakukan juga pemeriksaan laboratorium dan secara klinis dilihat dengan keilmuan. Setelah itu baru nanti dinyatakan bahwa pasien itu covid atau tidak.

"Sekarang kita pakai swab dan bisa mendeteksi virusnya secara langsung," katanya.

Oleh karena itu, Direktur RSUD AA ini menyebutkan agar masyarakat tidak perlu khawatir. Ia menambahkan justru yang lebih mengkhawatirkan kalau masyarakat tidak periksa kesehatan dan mengabaikan protokol kesehatan. 

"Masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Kita minta masyarakat saling memberikan pengertian, tidak perlu takut. Karena dokter akan mendiagnosis dengan baik," pungkasnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan penambahan dari pemerintah provinsi Riau, yaitu menghindari kerumunan.

"Mari saling menjaga dengan disiplin protokol kesehatan," tutupnya.--mcr/nal.

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler