PEKANBARU, RiauIN.com - Sebanyak 6 ton beras yang dibungkus dalam karung bertuliskan CSR PLN ukuran 5 Kg hingga kini masih mengendap di gudang PT Sarana Pangan Madani (PT SPM) yang berada di Jalan Patimura Ujung, Pekanbaru.
Kondisi ini diketahui saat Komisi I DPRD Pekanbaru melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke gudang pengepakan bantuan sosial (Bansos) Gugus Tugas Covid-19, Kamis (28/5/2020).
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti menjelaskan, saat pihaknya mempertanyakan kepada petugas gudang, mereka mengaku beras ini merupakan titipan dari Ketua RW Siaga Kota Pekanbaru, Anis Murzil.
Setahu Ida, bantuan untuk RW Siaga sudah termasuk dalam Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi ke 83 Kelurahan se-Pekanbaru. Untuk itu Ida mendesak Pemko melakukan transparansi bantuan CSR dari seluruh perusahaan selama masa covid-19.
"Tolong jelaskan perusahaan mana saja dan berapa nilainya. Jika memang ini CSR, Pemko harus umumkan perusahaan mana yang sudah memberikan CSR-nya. Jangan sampai nanti barang didistribusikan Pemko, ternyata itu CSR. Kita tidak mau ada tumpang tindih bantuan dan jangan sampai pemko memanfaatkan kondisi dengan mendistribusikan bantuan yang jelas-jelas bukan berasal dari dana pemko," tegas Politisi Golkar ini, Jumat (29/5/2020).
Dia juga mempertanyakan, bantuan 6 ton beras ini diperuntukkan kepada RW Siaga yang mana? Apakah untuk satu kecamatan saja dan seperti apa mekanisme pembagiannya?
"Kenapa harus parkir di sana? Intinya tidak ada transparansi dari Pemko. Bahkan sampai PSBB tahap ketiga ini belum ada penjelasan apapun dari Pemko Pekanbaru. Sekarang jelas terbukti, yang kita lihat ini masih banyak bantuan sembako yang mengendap di gudang dan belum tersalurkan. Trus ini mau diapakan, sementara PSBB sudah berakhir dan masyarakat selama ini sudah kelaparan," ujarnya.
Terkait hal ini, Direktur Utama PT SPM, Ade Putra Daulay Kahmi saat dikonfirmasi via selurnya, Jumat (29/5) teleponnya tidak aktif. Begitu juga saat ditelepon ke no WA-nya juga tidak mengangkat. Berikut saat dikirimkan pesan melalui WhatsApp-nya juga tidak dibalas oleh yang bersangkutan.
Sementara itu, menurut pengakuan petugas gudang PT SPM bahwa Ketua RW Siaga, Anis Murzil membantah jika bantuan untuk RW Siaga ada dalam nomenklatur Bankeu Provinsi. Menurutnya, Bankeu Provinsi yang Rp 100 juta satu kelurahan itu diatur oleh Lurah setempat.
Dijelaskan Anis, bantuan CSR PLN 6 ton ini adalah salah satu program RW Siaga yang melakukan open donasi ke perusahaan di Pekanbaru. Sejauh ini sudah ada dua perusahaan yang memberikan bantuan. Rinciannya, 6 ton dari PLN dan 2 ton dari BTN.
Bantuan ini diserahkan PLN pada hari Rabu (20/5/2020) sebelum lebaran lalu, sehingga belum bisa didistribusikan karena libur lebaran.
Untuk bantuan dari PLN, pihak PLN meminta bantuan diberikan ke Kecamatan Payung Sekaki saja. Artinya, Anis harus bermusyawarah dengan RW di Payung Sekaki yang jumlahnya 48 RW.
"Besok kita rapat dengan RW, lurah dan camat jam 10. Apakah kita bagi rata ke mereka atau RW yang banyak masyarakat miskinnya dapat porsi lebih," tuturnya.
Terkait kenapa beras ini diparkir di gudang PT SPM, Anis beralasan karena gudang RW Siaga berada di lantai dua Mall Pelayanan Publik (MPP), yang mana akan kesulitan jika harus dibawa naik turun.(nal).