Ada sebanyak 60 orang MPA yang berasal dari 17 kelurahan rawan karlahut mengikuti pembinaan yang dibuka langsung Walikota Dumai Zulkifli As dihadiri TNI, Kepala BPBD Aprilagan , Lurah , camat dan undangan lain di Hotel Grand Zuri Dumai.
Dikatakan Walikota Dumai Zulkifli As pencegahan harus lebih dini dilakukan untuk mengantisipasi karlahut walaupun saat ini masih memasuki musim hujan namun berbagai persiapan harus dipersiapkan.
Apalagi fenomena kebakaran lahan dan hutan bukan persoalan yang baru tetapi hampir setiap tahun terjadi saat musim panas dikarenakam oknum tak bertanggung jawab.
Maka RT ,Lurah , Camat termasuk masyarakat harus saling mengingatkan lalu gencar melakukan sosialiasi tentang bahaya membakar lahan secara sembarangan serta hukuman bagi pembakar sangatlah berat.
Kata Pria bermata biru itu, saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham dampak dari karlahut jadi perlu diingatkan kembali.Bayangkan 90 persen pelaku karlahut yang tertangkap penegak hukum karena membakar secara sengaja untuk membukan lahan dan kebanyakan mereka masyarakat biasa.
Jadi sangat diharapkan sekali peranan MPA dapat mencegah karlahut secara dini apalagi ketika sudah memasuki musim panas diperkirakan Januari 2020. Disamping pembinaan MPA, melengkapi alat pemadaman juga harus dilakukan termasuk membuat kanal dan embung di 17 kelurahan rawan karlahut.
Dalam penanganan karlahut kita semua harus bersinergi jangan saling menyalahkan apalagi sekarang sudah ada aplikasi miko lapor yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat pemegang Andorid.
Sementara Kepala BPBD Dumai Aprilagan mengatakan sepanjang 2019 sudah ada 112 embung yang sudah dibuat bersifat darurat dan beberapa kanal.
Untuk pembuatan embung dan kanal tentu harus dilakukan penambahan agar mendapatkan sumber air yang lebih banyak namun beberapa kendala terjadi seperti status tanah terkadang milik masyarakat.(int/nol)