PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Dua Kurir Jaringan Narkoba Antar Provinsi Gagal Antarkan Sabu ke Jambi
PEKANBARU, Riauin.com - Kasus narkotika mungkin tidak ada habis-habisnya, selagi memiliki jaringan luas dan terputus, yang menyulitkan polisi mengungkap sampai tuntas. Selain itu bisnis haram yang menjanjikan ini seakan semakin berkembang pesat di Indonesia.
Belum lama ini, Rabu (11/4/2018) di Dumai, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu antar Provinsi dengan menyisakan 2 tersangka yang diduga sebagai kurir.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau Brigjen Wahyu Hidayat, menginformasikan perihal pengungkapan jaringan antar provinsi itu.
"Jaringan narkoba tersangka ini diduga merupakan antar provinsi," ungkap Wahyu kepada wartawan, Rabu (18/4/2018) siang.
Adapun tersangka yang berhasil diamankan petugas seorang wanita inisial AJ dan teman prianya MH diringkus di sebuah loket travel di kota Dumai yang hendak mengirim sabu seberat 569,17 gram.
"Mereka ini bukan pasangan suami istri. Ditangkap saat akan mengirim sabu via travel dengan tujuan Jambi dengan barang bukti seberat 569,17 gram," kata Wahyu.
Sehari sebelum penangkapan, petugas menangkap sinyal adanya transaksi sabu di daerah Purnama, salah satu hotel di Dumai. Hasil penyelidikan di lapangan ditemukan seorang tersangka keluar dari hotel dengan rekan prianya menggunakan sepeda motor.
"Usai keluar hotel, tersangka kita amankan di sebuah travel yang akan dikirimkan ke daerah Jambi. Untuk pengembangan sementara, mereka mengakui itu semuanya," sambung Wahyu.
Lebih lanjut, dua tersangka ini diketahui dikendalikan oleh seorang yang diduga bandar narkoba di Aceh inisial BH. Atas perintahnya, mereka mengikuti keinginannya mengirim barang tujuan Jambi via travel.
"Mereka ini tidak diketahui jejaknya, atau memiliki jaringan terputus. AJ dan MH berkaitan dengan BH yang kini kita tetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO)," terang Wahyu.
Selain dua tersangka asal Dumai ini, petugas kembali mengamankan dua tersangka inisial MZ dan RR didaerah Tuah Karya, Tampan, Pekanbaru. Dengan barang bukti ditangannya 13,25 gram.
"Jadi total semua sabu yang kita amankan ini mencapai 582,42 gram. Kita masih mencari jaringan terputus yang dibangun tersangka ini," pungkas Wahyu.
Untuk proses penyempurnaan penanganan kasus narkoba ini, BNNP Riau melakukan pemusnahan terhadap barang bukti hasil tangkapannya delama sepekan di depan kantor, Rabu (18/4/2018). Dengan menyisahkan 4 tersangka yang lanjut ke meja pengadilan.(int/nol)
sumber:halloriau
Belum lama ini, Rabu (11/4/2018) di Dumai, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu antar Provinsi dengan menyisakan 2 tersangka yang diduga sebagai kurir.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau Brigjen Wahyu Hidayat, menginformasikan perihal pengungkapan jaringan antar provinsi itu.
"Jaringan narkoba tersangka ini diduga merupakan antar provinsi," ungkap Wahyu kepada wartawan, Rabu (18/4/2018) siang.
Adapun tersangka yang berhasil diamankan petugas seorang wanita inisial AJ dan teman prianya MH diringkus di sebuah loket travel di kota Dumai yang hendak mengirim sabu seberat 569,17 gram.
"Mereka ini bukan pasangan suami istri. Ditangkap saat akan mengirim sabu via travel dengan tujuan Jambi dengan barang bukti seberat 569,17 gram," kata Wahyu.
Sehari sebelum penangkapan, petugas menangkap sinyal adanya transaksi sabu di daerah Purnama, salah satu hotel di Dumai. Hasil penyelidikan di lapangan ditemukan seorang tersangka keluar dari hotel dengan rekan prianya menggunakan sepeda motor.
"Usai keluar hotel, tersangka kita amankan di sebuah travel yang akan dikirimkan ke daerah Jambi. Untuk pengembangan sementara, mereka mengakui itu semuanya," sambung Wahyu.
Lebih lanjut, dua tersangka ini diketahui dikendalikan oleh seorang yang diduga bandar narkoba di Aceh inisial BH. Atas perintahnya, mereka mengikuti keinginannya mengirim barang tujuan Jambi via travel.
"Mereka ini tidak diketahui jejaknya, atau memiliki jaringan terputus. AJ dan MH berkaitan dengan BH yang kini kita tetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO)," terang Wahyu.
Selain dua tersangka asal Dumai ini, petugas kembali mengamankan dua tersangka inisial MZ dan RR didaerah Tuah Karya, Tampan, Pekanbaru. Dengan barang bukti ditangannya 13,25 gram.
"Jadi total semua sabu yang kita amankan ini mencapai 582,42 gram. Kita masih mencari jaringan terputus yang dibangun tersangka ini," pungkas Wahyu.
Untuk proses penyempurnaan penanganan kasus narkoba ini, BNNP Riau melakukan pemusnahan terhadap barang bukti hasil tangkapannya delama sepekan di depan kantor, Rabu (18/4/2018). Dengan menyisahkan 4 tersangka yang lanjut ke meja pengadilan.(int/nol)
sumber:halloriau
Berita Lainnya
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut