Polisi Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut yang Terbakar di Rupat
RIAUIN.COM - Kepolisian Resor Bengkalis masih menyelidiki status kepemilikan serta penyebab terbakarnya 8 hektar lahan gambut yang berada di koridor pembatas antara PT Priatama dan PT SRL, Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Area yang hangus tersebut selama ini dikenal sebagai kawasan hutan akasia liar.
Hingga Selasa (9/6/2026), tim gabungan masih tertahan di lapangan untuk melakukan proses pendinginan yang telah memasuki hari ketujuh. Langkah ini diambil karena karakteristik tanah gambut yang mendalam membuat bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan, meskipun wilayah tersebut sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menjelaskan bahwa vegetasi yang didominasi semak belukar, pohon karet, dan akasia membuat api cepat menjalar. Cuaca terik dan hembusan angin kencang yang kerap berubah arah secara mendadak di lokasi juga memperbesar risiko munculnya kembali titik api.
"Kondisi terakhir sebetulnya sudah padam setelah hujan turun pada hari Minggu kemarin, dan pantauan aplikasi Dasbor Lancang Kuning menunjukkan titik panas sudah nihil. Namun, karena ini lahan gambut dalam, asap tipis dan spot asap baru masih muncul sehingga pendinginan harus terus dilakukan," kata Fahrian Saleh Siregar, Selasa.
Selain kendala cuaca, tim di lapangan sempat kesulitan mendapatkan sumber air karena posisinya yang jauh dari kanal utama. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas mengoptimalkan pembuatan embung darurat dan mencari sumber air terdekat di sekitar lokasi kebakaran. Sebelum penanganan darat diintensifkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Riau juga telah mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing) dari udara.
Operasi terpadu ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pengendalian Karhutla wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto bersama Kapolsek Rupat AKP Faisal. Pemadaman melibatkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BKO Polres Bengkalis, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), warga setempat, serta tim pemadam dari PT SRL dan PT Priatama.
Untuk melokalisir pergerakan api di bawah tanah, dua unit alat berat ekskavator dikerahkan guna memperlebar kanal pembatas dan menyekat area gambut. Proses penyemprotan air di zona berasap dibantu oleh belasan unit mesin pompa pemadam, termasuk mesin Tohatsu, Maxtree, dan Ministrike dengan dukungan puluhan gulung selang guna memastikan seluruh bara tersembunyi benar-benar padam. (Bil)
Berita Lainnya
Skor Pengendalian Korupsi Masih Rendah, Pemkab Bengkalis Benahi Sistem Birokrasi
Menuju Wajib Halal Oktober 2026, Ratusan Pedagang di Bengkalis Diedukasi
Puluhan Aparatur Desa di Bengkalis Jalani Tes Urine Dadakan
Integrasi DTSEN, Kunci Akurasi Sensus Ekonomi Bengkalis 2026
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Skor Pengendalian Korupsi Masih Rendah, Pemkab Bengkalis Benahi Sistem Birokrasi
Menuju Wajib Halal Oktober 2026, Ratusan Pedagang di Bengkalis Diedukasi
Puluhan Aparatur Desa di Bengkalis Jalani Tes Urine Dadakan
Integrasi DTSEN, Kunci Akurasi Sensus Ekonomi Bengkalis 2026
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan