PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
BNN: 27 Persen Pengguna Narkoba Pelajar dan Mahasiswa
SUKABUMI, Riauin.com -- Sekitar 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Angka tersebut kemungkinan meningkat kembali karena beredarnya sejumlah narkotika jenis baru.
Data tersebut didapat dari penelitian Puslitkes Universitas Indonesia (UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2016 lalu. "(Hasil penelitian menyebutkan) pengguna narkoba pelajar dan mahasiswa mencapai 27,32 persen," ujar Kepala Subdirektorat Lingkungan Pendidikan BNN Agus Sutanto, Senin (30/10), di sela-sela deklarasi pelajar anti-narkoba, kekerasan anak, dan pencegahan HIV-AIDS di Stadion Korpri di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Penggunan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, ungkap Agus, disebabkan usia mereka yang labil dan mudah dipengaruhi. Di mana menurut Agus awalnya mereka hanya mencoba-coba hingga akhirnya menjadi pemakai teratur atau aktif dan kecanduan.
Agus mengatakan, penggunaan narkoba di kalangan pelajar di indikasikan akan mengalami peningkatan karena maraknya narkotika jenis baru. Peredaran narkoba jenis baru ini menyasar ke kalangan pelajar dan mahasiswa.
Agus mengungkapkan, saat ini di dunia diperkirakan terdapat sebanyak 200 narkotika jenis baru. Dari jumlah tersebut, kata dia, yang sudah terdeteksi beredar di Indonesia mencapai sebanyak 68 jenis narkoba.
"Sebanyak 60 narkoba baru sudah masuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) dan Undang-Undang Narkotika," terang Agus. Sementara itu lanjut dia, sebanyak delapan jenis narkoba baru lainnya belum masuk kedalam ketentuan tersebut.
Ditambahkan Agus, ke depan ada indikasi akan masuknya lagi beberapa jenis narkoba baru ke Indonesia. Oleh karena itu ujar dia BNN meminta warga yang melihat masalah narkoba bisa segera melapor kepada aparat setempat maupun BNN di daerah.
Selain narkoba, tutur Agus, di Sukabumi dilaporkan adanya peredaran obat Tramadol. Jenis obat keras ini seharusnya mendapatkan pengawasan dokter dalam peredarannya. Namun kata dia di lapangan pelajar masih mudah mendapatkannya.
Di sisi lain Agus mengatakan, wilayah pesisir pantai selatan Sukabumi juga menjadi titik rawan peredaran narkoba melalui perairan. "Salah satu basis narkoba saat ini masuk lewat perairan," kata dia, seperti dilansir dari republika.
Agus mengungkapkan, penyelundupan narkoba melalui udara mulai teratasi. Kini lanjut dia penyelundupan lebih banyak melalui jalur laut terutama kawasan perbatasan yang minim pengawasan seperti Palabuhanratu.
(nol)
Data tersebut didapat dari penelitian Puslitkes Universitas Indonesia (UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2016 lalu. "(Hasil penelitian menyebutkan) pengguna narkoba pelajar dan mahasiswa mencapai 27,32 persen," ujar Kepala Subdirektorat Lingkungan Pendidikan BNN Agus Sutanto, Senin (30/10), di sela-sela deklarasi pelajar anti-narkoba, kekerasan anak, dan pencegahan HIV-AIDS di Stadion Korpri di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Penggunan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, ungkap Agus, disebabkan usia mereka yang labil dan mudah dipengaruhi. Di mana menurut Agus awalnya mereka hanya mencoba-coba hingga akhirnya menjadi pemakai teratur atau aktif dan kecanduan.
Agus mengatakan, penggunaan narkoba di kalangan pelajar di indikasikan akan mengalami peningkatan karena maraknya narkotika jenis baru. Peredaran narkoba jenis baru ini menyasar ke kalangan pelajar dan mahasiswa.
Agus mengungkapkan, saat ini di dunia diperkirakan terdapat sebanyak 200 narkotika jenis baru. Dari jumlah tersebut, kata dia, yang sudah terdeteksi beredar di Indonesia mencapai sebanyak 68 jenis narkoba.
"Sebanyak 60 narkoba baru sudah masuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) dan Undang-Undang Narkotika," terang Agus. Sementara itu lanjut dia, sebanyak delapan jenis narkoba baru lainnya belum masuk kedalam ketentuan tersebut.
Ditambahkan Agus, ke depan ada indikasi akan masuknya lagi beberapa jenis narkoba baru ke Indonesia. Oleh karena itu ujar dia BNN meminta warga yang melihat masalah narkoba bisa segera melapor kepada aparat setempat maupun BNN di daerah.
Selain narkoba, tutur Agus, di Sukabumi dilaporkan adanya peredaran obat Tramadol. Jenis obat keras ini seharusnya mendapatkan pengawasan dokter dalam peredarannya. Namun kata dia di lapangan pelajar masih mudah mendapatkannya.
Di sisi lain Agus mengatakan, wilayah pesisir pantai selatan Sukabumi juga menjadi titik rawan peredaran narkoba melalui perairan. "Salah satu basis narkoba saat ini masuk lewat perairan," kata dia, seperti dilansir dari republika.
Agus mengungkapkan, penyelundupan narkoba melalui udara mulai teratasi. Kini lanjut dia penyelundupan lebih banyak melalui jalur laut terutama kawasan perbatasan yang minim pengawasan seperti Palabuhanratu.
(nol)
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar