• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Kasus Tambang Emas Ilegal Kuansing: Ex-Legislator Jefriadi Ditangkap Jadi Pemodal
19 Agustus 2026
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
19 Agustus 2026
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
19 Agustus 2026
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
17 Agustus 2026
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
16 Agustus 2026

  • Home
  • Nasional

Opini

Survei dan Kebobrokan Demokrasi

Redaksi

Selasa, 23 Januari 2024 19:44:53 WIB
Cetak
Zul Wisman SH MH

Oleh : Zulwisman SH MH

KETIKA model pengisian jabatan kenegaraan (chief eksekutif) dilakukan secara langsung, terutama di Indonesia( Pilpres sejak 2004 dan Pilkada sejak 2005 ) selalu menghadirkan berbagai lembaga survei.

Kemunculannya bak cendawan tumbuh setelah hujan, tidak ditolak keberadaannya dan enggan hilang dalam pesta demokrasi kekinian , dan kinipun menjadi satu sudut pandang dan ukuran dalam peta dan memetakan suara.

Keberadaan lembaga survei ini terkesan sudah menjadi satu kesatuan dalam demokrasi kekinian, masif menyampaikan hasil dengan metode yang mereka gunakan.


Penilaian tersimpul dibenak kita dan  tentu itu berbeda2  dalam memandang keberadaan lembaga survei ini baik dari sisi keindependenannya, sumber pembiayaan , metodologinya, siapa yang disurvei, hingga perbedaan pandangan terhadap hasil yang disampaikan.

Namun tentu kita harus berkontemplasi kembali, dengan pertanyaan, apakah keberadaan lembaga ini semakin menguatkan demokrasi atau malah sebaliknya, menjadi satu sisi kebobrokan demokrasi itu sendiri ?.

Karena tak jarang kita disajikan dan terperangah, tidak hanya di Indonesia, diberbagai belahan negara lainnya calon terpilih malah adalah sosok atau pasangan calon yang tidak diunggulkan dalam hasil  survei.
Di turki misalnya, erdogan kalah dalam hasil survei tapi menang dalam pemilihan Presiden Turki.

Di Indonesia, 2014 lalu menyatakan Prabowo Hatta oleh 16 Lembaga survei dinyatakan unggul, namun keok oleh Jokowi- JK  dalam Pemilihan.

Begitupula di tahun 2019,  Masih banyak yang menyatakan Prabowo - Sandi unggul. Namun kembali keok dalam pemilihan atas pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Begitu pula ketika Pilkada DKI Jakarta di tahun 2017 yang lalu. Anies-Sandi tidak diunggulkan dalam survei namun malah keluar sebagai the winner.

Kini 14 Februari 2024 tak lama lagi, namun saban hari kita disajikan hasil survei, fikiran dan keyakinan kita tentang siapa yang terpilih dibentuk dan terbentuk dalam fikiran masing-masing.

Cara kita berdemokrasi dan keberadaan lembaga survei dalam hiruk pikuk demokrasi ini perlu penataan kembali. Sehingga jangan sampai kita jatuh pada lubang kebobrokan demokrasi.

Lembaga survei tidak bisa berjalan dan bekerja tanpa bayang, keterbukaan tentang independensi, pendanaan dan siapa yang disurvei harus berlandas pada asas transparansi, asas akuntabilitas dan partisipatif.

Makanya wajar dahulu filsuf tersohor Yunani kuno, yakni Aristoteles menyatakan, demokrasi adalah bentuk yang paling buruk dan ia secara nyata memandang rendah demokrasi sebagai sistem politik.

Mari rawat dan tata demokrasi kita dalam selimut Pancasila, dan semoga hiruk pikuk dalam pesta demokrasi 2024 ini terus menjadi modal kita dalam menuju demokrasi yang kita inginkan.

Wallahualam bissawab..


 Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!

Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur

Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap

Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol

Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!

Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur

Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap

Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kasus Tambang Emas Ilegal Kuansing: Ex-Legislator Jefriadi Ditangkap Jadi Pemodal
  • 2 Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
  • 3 Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
  • 4 Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
  • 5 Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
  • 6 Diduga Disusupi Anak Orang Mampu, Seleksi Sekolah Rakyat Kuansing Didesak Transparan
  • 7 Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
  • 8 Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
  • 9 Hingga Agustus 2026, PAD Kuantan Singingi Terealisasi Rp115,9 Miliar
Terkini +INDEKS

Kejati Riau Eksekusi Mantan PNS Dishub Dumai Terpidana Korupsi Rp549 Juta

20 Agustus 2026
Cuaca Riau Hari Ini Cerah Berawan, BMKG Deteksi 67 Hotspot
20 Agustus 2026
Propam Polres Pelalawan Proses Kode Etik Briptu YW Terkait Dugaan Persetubuhan dan Aborsi
19 Agustus 2026
Warga Silikuan Hulu Buka Porsi Haji Lewat BRK Syariah Pangkalan Kerinci
19 Agustus 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Kuansing: Ex-Legislator Jefriadi Ditangkap Jadi Pemodal
19 Agustus 2026
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
19 Agustus 2026
Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Sawit Bangun Jalan Rigid Rp30 Miliar di Kampar
19 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Kejar Hibah 18 Aset Eks Caltex demi Kepastian Nasib Warga
19 Agustus 2026
Polisi Tangkap Remaja Penganiaya Bidan di Rohil Usai Kabur ke Sumbar
19 Agustus 2026
Nikmati Pacu Jalur Tanpa Khawatir Sinyal, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Tebar Promo Spesial
19 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved