• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
03 September 2026
Diserang Isu Dugaan Pungli PPPK, Pj Sekda Kuansing: Punya Bukti, Laporkan!
01 September 2026

  • Home
  • Hukrim

‘Kepala Daerah Ditangkap KPK karena Ongkos Politik Mahal'

Redaksi
Ahad, 17 September 2017 14:09:10 WIB
Cetak

JAKARTA, Riauin.com - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyesalkan kembali ditangkapnya kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan korupsi. Hal ini menyusul penangkapan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko pada Sabtu (16/9) siang yang kembali menambah daftar panjang kepala daerah yang tersangkut korupsi.

Baidowi pun tidak menutup mata banyaknya kepala daerah tersangkut korupsi karena pengadaan anggaran maupun program di daerahnya di antaranya karena mahalnya ongkos politik untuk menjadi kepala daerah. Baidowi menerangkan pengumpulan dana itu di antaranya menggunakan pengaruh jabatannya untuk memperoleh uang, yang seringkali pasti tidak sesuai dengan ketentuan.

"Salah satunya mungkin akibat tingginya ongkos politik saat pilkada. Karena itu, seringkali untuk menutupi kebutuhan tersebut seringkali fundrising (mengumpulkan dana) dengan berbagai cara," ujar Baidowi kepada wartawan, Ahad (17/9).

Menurut Baidowi biaya politik yang tinggi saat pemilihan kepala daerah bisa dihitung dari biaya konsolidasi untuk meraup suara rakyat. "Bisa dihitung dari berapa biaya konsolidasi untuk bisa meyakinkan ratusan ribu pemilih," ujarnya.

Anggota Komisi II DPR lainnya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sutriyono menyesalkan kepala daerah yang mestinya mensejahterakan masyarakat dan daerahnya justru tidak amanah. "Tentu kita menyesalkan, karena kita berharap kepala daerah bekerja untuk membangun daerahnya dan mensejahterakan rakyatnya, bukan main-main," ujar Sutriyono kepada Republika pada Ahad (17/9).

Dia berharap banyaknya kepala daerah main proyek untuk meraup keuntungan pribadi menjadi pendidikan politik kepada masyarakat. Masyarakat perlu mencermati kepala daerah yang banyak mengeluarkan uang ketika pilkada. “Kalau mengeluarkan banyak uang untuk pilkada darimana dapatnya," katanya.

Ia berharap masyarakat bisa menilai sendiri mana kepala daerah yang memilki kapasitas dan kapabilitas, bukan karena biaya kampanye yang besar. “Membangun kesadaran berdemokrasi, memang perlu waktu, Tapi pelan-pelan sudah mulai ada kesadaran, rakyat juga makin objektif melihat,” kata dia.

Untuk itu, setiap kepala daerah yang hendak mencalonkan diri harus mengedepankan aspek keterbukaan kepada publik sehingga pilkada benar-benar proses memilih  kepala daerah yang objektif dan rasional. “Kita semua, termasuk media, sudah selayaknya turut memantau proses pilkada, kalau ada pengeluaran yamg berlebihan untuk pilkada iklan, pencitraan, harus dipublikasikan dan diumumkan sehingga nantinya melahirkan pemimpin yang kredibel dan pemimpin sejati," ujarnya.

Menurutnya, jika pendidikan politik ke masyarakat tersebut berhasil dan membuat masyarakat lebih cerdas memilih pemimpinnya maka akan menghasilkan pemimpin yang diharapkan. Untuk itu, pendidikan politik yang paling efektif terutama dilakukan dalam proses pelaksanaan pilkada harus dijaga agar objektif, transparan, tidak manipulatif, tidak ada politik uang, dan pencitraan yang kamuflase.

"Kalau ini berhasil maka akan melahirkan pemimpin yang low cost, objektif, apa adanya bukan hasil pencitraan yang bayar mahal konsultan politik, sehingga pemimpin itu akan fokus bekerja, tidak ada pikiran untuk balik modal," katanya.

Pekan ini, KPK melakukan OTT di tiga daerah. Yakni, OTT di Kabupaten Batubara. Selanjutnya, KPK menahan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dan empat tersangka lainnya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi suap terkait dengan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017. 

Kemudian, KPK melakukan OTT di Banjarmasin. KPK menetapkan empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji kepada Anggota DPRD Kota Banjarmasin terkait persetujuan Raperda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin sebesar Rp 50,5 miliar.

Satu dari empat tersangka itu termasuk Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali dan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin sekaligus Ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal Andi Effendi.

Terakhir, KPK melakukan OTT di Kota Batu, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Eddy sempat menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur sebelum diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat Lion Air, Sabtu (16/9) malam.(rol) 




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai

Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU

Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai

Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak

Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut

Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar

Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai

Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU

Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai

Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak

Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut

Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 2 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 3 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 4 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 5 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 6 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 7 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
  • 8 BMKG Deteksi 64 Titik Panas di Riau Sore Ini, Lonjakan Terjadi dalam Sehari
  • 9 Polresta Pekanbaru Ringkus Pengedar Ekstasi, Simpan 1.226 Butir Pil di Lemari Rumah
Terkini +INDEKS

Pemkab Pelalawan Gandeng Universitas Abdurrab, Fokus Cetak Dokter Asal Daerah dan Perkuat Riset Pembangunan

08 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
08 September 2026
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
08 September 2026
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
08 September 2026
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
08 September 2026
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Jelang Penutupan Jembatan Siak I Pekanbaru
08 September 2026
Karhutla Riau Picu 10.783 Kasus ISPA, Dinkes Siagakan Tenda Darurat dan Rumah Oksigen
08 September 2026
DPRD Riau Duga Ada Aktor Utama di Balik Pembakar Lahan Perorangan
08 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved