PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Gara-gara Layang-layang, Warga Kempas Inhil Tewas Tersetrum
Tembilahan, Riauin.com - Seorang laki-laki paruh baya, warga Desa Danau Pulai Indah, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggal dunia setelah terkena sentrum listrik tegangan tingi, Sabtu (26/8/2017) sekira pukul 16.45 WIB.
Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Kempas, AKP Andriyanto menjelaskan, kejadian tragis itu berawal saat anak korban main layangan di depan rumah korban Su (40).
Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba layangan tersebut tersangkut di kabel PLN. Anak korban kemudian meminta korban untuk mengambilnya.
Tanpa pikir panjang, korban mengambil egrek (pengait buah sawit) yang tangkainya terbuat dari besi dan mencoba mengambil layangan tersebug. Namun tidak lama kemudian, korban terlihat sudah tergeletak dan kejang-kejang.
Melihat kondisi korban, anak korban langsung memberi tahu tetangga dan segera mengevakuasi korban, ke dalam rumah, serta menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Danau Pulai Indah, AIPDA Tumin Prayitno bersama Tim Medis Mumyachanah.
Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban ternyata sudah meninggal dunia, dengan telapak kaki sedikit membiru.
"Saat ini, korban sudah diserahkan ke pihak keluarga, untuk dimakamkan," terang AKP Andriyanto. (lipo)
Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Kempas, AKP Andriyanto menjelaskan, kejadian tragis itu berawal saat anak korban main layangan di depan rumah korban Su (40).
Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba layangan tersebut tersangkut di kabel PLN. Anak korban kemudian meminta korban untuk mengambilnya.
Tanpa pikir panjang, korban mengambil egrek (pengait buah sawit) yang tangkainya terbuat dari besi dan mencoba mengambil layangan tersebug. Namun tidak lama kemudian, korban terlihat sudah tergeletak dan kejang-kejang.
Melihat kondisi korban, anak korban langsung memberi tahu tetangga dan segera mengevakuasi korban, ke dalam rumah, serta menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Danau Pulai Indah, AIPDA Tumin Prayitno bersama Tim Medis Mumyachanah.
Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban ternyata sudah meninggal dunia, dengan telapak kaki sedikit membiru.
"Saat ini, korban sudah diserahkan ke pihak keluarga, untuk dimakamkan," terang AKP Andriyanto. (lipo)
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar