• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
03 September 2026

  • Home
  • Ragam

Pakai Wadah Bekas Makanan Haram, Bagaimana Hukumnya?

Redaksi

Jumat, 03 Juni 2022 05:43:24 WIB
Cetak
Ilustrasi

RIAUIN.COM - Tidak hanya bahan makanannya saja, peralatan bekas makanan haram juga wajib dihindari umat Muslim. Lalu bagaimana cara mencucinya?

Bagi umat Muslim, haram dan halal bukan hanya sekadar bahan utama yang digunakan dalam makanan saja. Tetapi ada beberapa faktor lain yang menentukan suatu makan halal dapat berubah menjadi haram.

Proses yang dilalui sebuah bahan makanan juga dapat menentukan hukum yang berlaku pada makanan tersebut. Mulai dari penyembelihan untuk produk daging hewan dan olahannya hingga peralatan yang digunakan.

Ada batasan-batasan lebih jauh dari sekadar haram dan halal yang wajib diperhatikan umat Muslim sebelum menyantap makanan. Wadah yang digunakan untuk makanan halal harus diperhatikan penggunaan sebelumnya.

Tidak hanya bahan makanannya, kondisi wadah dan peralatan makan juga penting diperhatikan Muslim. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yevhenii Podshyvalov
Mengutip penjelasan ustaz Syafiq Riza Basalamah dalam akun YouTube Taman Surga (29/5), dirinya menjawab pertanyaan seorang jamaah soal hukum makan di tempat yang menjual makanan halal dan haram. Menurutnya ada keraguan yang perlu diwaspadai terkait peralatan memasak dan makan yang digunakan.

"Jadi, yang halal itu sudah jelas halal dan yang haram sudah jelas haram dan diantara keduanya ini ada hal-hal yang syubhat. Ketika sebuah restoran menyajikan campuran (halal dan haram) dan hanya berdasarkan katanya makanan yang halal dipisahkan pengelolaannya, lebih baik ditinggalkan," kata ustaz Syafiq Riza Basalamah dikutip dari detik.

Hal ini diungkapkan oleh ustaz Syafiq Riza Basalamah sebagai salah satu bentuk syubhat karena setiap pedagang pasti akan memuji makanan yang disajikannya. Ia juga mengatakan bahwa jika terlalu dekat dengan yang syubhat bisa jadi umat Muslim akan mudah terjebak kepada yang diharamkan.

Serupa dengan pernyataan ustaz Syafiq Riza Basalamah, Buya Yahya juga menerangkan tentang hukum menggunakan wadah dan peralatan memasak yang digunakan untuk makanan haram. Hal ini terutama berlaku pada muslim yang tinggal di lingkungan mayoritas non-muslim.

Buya Yahya bahkan secara tegas melarang penggunaan peralatan dan wadah yang digunakan bekas makan atau memasak makanan haram. Terlebih ketika bisa melihat sendiri pengelolaan antara makanan halal dan haram sebaiknya lebih berhati-hati untuk menggunakan wadah dan peralatan yang digunakan.

"Masalah wadah, jika wadah itu dalam dugaan kuat atau bahkan Anda tahu wajan untukmenggorengnya yang goreng babi (misalnya) dan yang goreng ayam itu sama, itu haram untuk digunakan karena Anda melihatnya," ungkap BuyaYahya.

Untuk kesulitan serupa yang dialami saat makan di restoran tentunya akan sulit untuk diatasi selain ditinggalkan. Tetapi Buya Yahya menjelaskan bahwa wadah dan peralatan makanan bekas makanan yang haram ini masih bisa disucikan melalui beberapa cara tertentu.

Dalam beberapa hadits, tercantum caranya. Sebagaimana ajaran agama Islam yang tidak memberatkan dan tidak boleh dianggap mudah. Berikut ini 3 cara menyucikan wadah dan peralatan bekas makanan haram menurut para ulama:

Mencuci wadah dan peralatan dengan bersih dan sesuai syariat Islam wajib dilakukan jika akan menggunakan wadah bekas makanan haram. 

1. Mencuci najis hingga bersih
Agar sebuah wadah dan peralatan makan kembali diperbolehkan untuk menyajikan makanan halal, wadah dan peralatan tersebut wajib dicuci hingga bersih terlebih dahulu. Maksud dari mencucinya hingga bersih adalah hingga hilang najisnya, baunya, rasanya dan warna yang tertinggal.

Dijelaskan oleh Imam Nawawi, Rasulullah SAW pernah menjawab pertanyaan sahabat Abu Tsa'labah terkait menggunakan periuk bekas memasak babi dan gelas bekas minum khamr. Rasulullah SAW tidak menekankan berapa banyak wadah tersebut harus dicuci secara berulang dan hanya mengatakan periuk dan gelasnya wajib dicuci hingga bersih.

"Jika kalian memiliki wadah yang lain, jangan makan dengan wadah mereka. Namun, jika kalian tidak memiliki wadah yang lain, cucilah wadah mereka dan makanlah dengan menggunakan wadah tersebut," sabda Rasulullah SAW kepada Abu Tsa'labah dalam penjelasan Imam Nawawi.

2. Menggunakan tanah sebanyak 7 kali
Umumnya, para ulama yang menyebutkan bahwa wadah dan peralatan makan bekas makanan haram harus dibersihkan seperti benda lain yang terkena najis. Gelas, piring, sendok dan yang lainnya bekas makanan haram wajib dibersihkan menggunakan tanah sebanyak tujuh kali sebelum digunakan kembali untuk makanan yang halal.

Seluruh permukaannya wajib tersentuh oleh tanah tanpa terkecuali. Tentunya tanah yang digunakan untuk membersihkan wadah dan peralatan makan ini juga tanah yang suci dan terbebas dari najis serta kotoran.

Setelah dibasuh dengan tanah sebanyak tujuh kali, baru kemudian dicuci dengan air hingga bersih. Langkah mencuci wadah dan peralatan masak setelahnya dilakukan seperti biasa hingga tanahnya bersih tidak bersisa agar tidak tercampur pada makanan nantinya.

3. Mencuci dengan air dan debu
Tetapi pada beberapa kondisi, mencuci wadah dan peralatan makan dengan tanah sebanyak tujuh kali ini dirasa cukup menyulitkan. Terutama bagi umat Muslim yang ada di luar negeri yang tidak bisa sembarangan mengambil tanah di sekitarnya.

Buya Yahya mengungkapkan bahwa tidak hanya tanah tetapi segala jenis debu bisa digunakan untuk menyucikan wadah dan peralatan makan bekas makanan haram. Bahkan hanya menggunakan sedikit tanah yang menempel pada bumbu dapur seperti jahe, selama jahenya tidak dipupuk dengan kotoran hewan, maka halal untuk digunakan.

Mengacu pada mazhab Imam Syafi'i, Buya Yahya mengatakan wadah atau peralatan bekas makanan haram bisa disucikan dengan cara yang lebih mudah. Pertama-tama wadah atau peralatan makan bisa disiram dengan air sebanyak 6 kali atau hingga bersih, baru kemudian pada pembasuhan yang ketujuh kalinya bisa menggunakan debu. (*)


 Editor : Nab


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Wujudkan Sinergi Bagi Negeri, Capella Honda Riau Apresiasi SMK Binaan Honda Lewat Program AHASS Goes to School

Satu Hati Menemani Setiap Langkah, Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Hari Pelanggan Nasional 2026

Sepenuh Hati Memahami, Telkomsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Sumatera

Tembus 170 Bikers, New Vario Evo Night Ride Vol 2 Ramaikan Malam Pekanbaru

Perkuat Ekosistem Pembelajaran Digital, Telkomsel Dukung PBAK UIN Suska Riau 2026

Zahra Nur Habibni Wakili Riau di AHM Best Student 2026 Tingkat Nasional

Wujudkan Sinergi Bagi Negeri, Capella Honda Riau Apresiasi SMK Binaan Honda Lewat Program AHASS Goes to School

Satu Hati Menemani Setiap Langkah, Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Hari Pelanggan Nasional 2026

Sepenuh Hati Memahami, Telkomsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Sumatera

Tembus 170 Bikers, New Vario Evo Night Ride Vol 2 Ramaikan Malam Pekanbaru

Perkuat Ekosistem Pembelajaran Digital, Telkomsel Dukung PBAK UIN Suska Riau 2026

Zahra Nur Habibni Wakili Riau di AHM Best Student 2026 Tingkat Nasional

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 2 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 3 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 4 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 5 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 6 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 7 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 8 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
  • 9 BMKG Deteksi 64 Titik Panas di Riau Sore Ini, Lonjakan Terjadi dalam Sehari
Terkini +INDEKS

Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta

09 September 2026
Banggar DPRD Pekanbaru Sisir Anggaran Perbaikan Belasan Kelas Rusak di KUA-PPAS 2027
09 September 2026
Pemko Pekanbaru Teliti Adendum Perpanjangan Pengelolaan Pasar Kodim hingga 2035
09 September 2026
Siak Publikasikan ISPU Tiap Hari, Penanganan Karhutla Dipantau dari Pendidikan Lemhannas
09 September 2026
Kemendag Ganjar Disdagperin Bengkalis Predikat Sangat Memuaskan
09 September 2026
Komjak Tagih Bahan Pengaduan Masyarakat Saat Sidak Fasilitas Kejari Pekanbaru
09 September 2026
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
09 September 2026
Empat Lapas di Pekanbaru Kini Terhubung Layanan Darurat Kebakaran 24 Jam
09 September 2026
PSPS Pekanbaru Targetkan Curi Poin di Kandang PSIS Semarang pada Laga Perdana Liga 2
09 September 2026
Kasus ISPA Melonjak 91 Persen, Pemko Pekanbaru Perpanjang Belajar Jarak Jauh
09 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved