PILIHAN
PAD Rendah, Dewan Minta Dispenda Rohil Optimalkan Garap Pajak
Penerimaan retribusi PBB
PENDAPATAN Asli Daerah (PAD) terutama disektor PBB di Kabupaten Rokan Hilir masih rendah dikarenakan kurang optimalnya Pemerintah Daerah dalam menggarap pajak tersebut. Hal tersebut dinilai karena Pemkab kurang sosialisasi terkait pungutan PBB itu.
Menurut anggota DPRD Rohil, Bachtiar SH, Jumat (19/02/2016) rendahnya penggarapan disektor PBB dikarenakan sosialisasi dan penyebarluasan informasi akan pentingnya retribusi PBB bagi pembangunan di daerah. Untuk meningkatkan PAD sektor PBB, Pemkab Rohil harus melibatkan berbagai unsur perangkat daerah hingga ketingkat desa.
"Sebenarnya masyarakat mampu meniru kota-kota besar, seperti Bogor dan lainnya, di mana masyarakatnya sudah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya membayar retribusi pajak demi pembangunan daerahnya. Ini tak lepas dari peran pemerintah daerah dalam hal melakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Jika kesadaran akan pentingnya membayar pajak, dia yakin PAD dari sektor PBB bisa didongkrak. Karena itu, kedepan Dispenda harus lebih serius lagi dalam menggarap retribusi PBB ini.
"Jika memang diperlukan kerahkan tenaga yang ada untuk turun ke lapangan untuk melakukan pemungutan pajak. Intinya jangan malas memungut pajak ke masyarakat karena itu sudah menjadi tugas mereka. Kalau kita hanya bergantung kepada dana perimbangan daerah dari hasil migas, itu tidak mencukupi untuk pembangunan daerah kita," ujarnya. VIE
Menurut anggota DPRD Rohil, Bachtiar SH, Jumat (19/02/2016) rendahnya penggarapan disektor PBB dikarenakan sosialisasi dan penyebarluasan informasi akan pentingnya retribusi PBB bagi pembangunan di daerah. Untuk meningkatkan PAD sektor PBB, Pemkab Rohil harus melibatkan berbagai unsur perangkat daerah hingga ketingkat desa.
"Sebenarnya masyarakat mampu meniru kota-kota besar, seperti Bogor dan lainnya, di mana masyarakatnya sudah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya membayar retribusi pajak demi pembangunan daerahnya. Ini tak lepas dari peran pemerintah daerah dalam hal melakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Jika kesadaran akan pentingnya membayar pajak, dia yakin PAD dari sektor PBB bisa didongkrak. Karena itu, kedepan Dispenda harus lebih serius lagi dalam menggarap retribusi PBB ini.
"Jika memang diperlukan kerahkan tenaga yang ada untuk turun ke lapangan untuk melakukan pemungutan pajak. Intinya jangan malas memungut pajak ke masyarakat karena itu sudah menjadi tugas mereka. Kalau kita hanya bergantung kepada dana perimbangan daerah dari hasil migas, itu tidak mencukupi untuk pembangunan daerah kita," ujarnya. VIE
Berita Lainnya
Komisi III DPRD Riau Ancam Potong TPP Pejabat Jika Target Pendapatan 2027 Meleset
Usai 7 Hari Padamkan Karhutla Pelalawan, Tim Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru
Harga CPO Turun, TBS Sawit Plasma di Riau Terkoreksi Jadi Rp3.931 per Kg
Tembus Rp3.884 per Kg, Harga TBS Swadaya Riau Menguat di Awal September 2026
Jumlah Hotspot di Riau Turun Drastis, Sisa 10 Titik
Pemprov Riau Libatkan Pemerintahan Desa untuk Perketat Pengawasan Karhutla
Komisi III DPRD Riau Ancam Potong TPP Pejabat Jika Target Pendapatan 2027 Meleset
Usai 7 Hari Padamkan Karhutla Pelalawan, Tim Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru
Harga CPO Turun, TBS Sawit Plasma di Riau Terkoreksi Jadi Rp3.931 per Kg
Tembus Rp3.884 per Kg, Harga TBS Swadaya Riau Menguat di Awal September 2026
Jumlah Hotspot di Riau Turun Drastis, Sisa 10 Titik
Pemprov Riau Libatkan Pemerintahan Desa untuk Perketat Pengawasan Karhutla